PIDIE JAYA – Nusaone.co.id | Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Pidie Jaya akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih ketua periode mendatang. Hingga saat ini, dua kandidat telah menyatakan kesiapannya maju sebagai bakal calon ketua, yakni Samsul Bahri, S.E. dan Muhammad Haykal, S.Kom.
Musda tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan FPRB sekaligus memperkuat peran forum dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana melalui kolaborasi berbagai pihak di Kabupaten Pidie Jaya.
Kepala Pelaksana BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa, Kamis (30/7/2026), mengajak seluruh lembaga dan organisasi yang memiliki kepedulian terhadap kebencanaan untuk bergabung menjadi anggota FPRB. Menurutnya, semakin banyak pihak yang terlibat, semakin kuat sinergi yang dapat dibangun dalam menghadapi ancaman bencana.
Ia menjelaskan, FPRB merupakan wadah yang menghimpun unsur pemerintah, relawan, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dunia usaha, media, dan komunitas peduli bencana untuk bersama-sama meningkatkan kapasitas daerah dalam mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Bagi lembaga yang ingin bergabung, BPBD meminta agar melengkapi persyaratan administrasi berupa akta notaris pendirian, struktur kepengurusan terbaru, alamat sekretariat, serta nomor kontak yang dapat dihubungi sebagai bagian dari proses verifikasi keanggotaan.
Sementara itu, hingga tahapan persiapan Musda berlangsung, baru dua nama yang resmi mencalonkan diri sebagai bakal calon Ketua FPRB Pidie Jaya. Keduanya diharapkan mampu menghadirkan gagasan dan program yang dapat memperkuat eksistensi organisasi.
Melalui materi sosialisasi yang beredar, kedua bakal calon mengusung semangat “Tangguh dalam Bencana, Solid dalam Pengabdian” serta komitmen membangun FPRB Pidie Jaya yang tangguh, siap, dan berintegritas. Mereka juga mengedepankan prinsip bahwa pemimpin adalah sosok yang siap melayani, bukan dilayani.
Pelaksanaan Musda diharapkan berlangsung secara demokratis, transparan, dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu mempererat kolaborasi antara BPBD, pemerintah daerah, relawan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Melalui kepengurusan baru yang akan terpilih serta dukungan berbagai lembaga peduli bencana, FPRB Pidie Jaya diharapkan semakin berperan aktif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan mewujudkan Kabupaten Pidie Jaya yang tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.
(Arju Na Fahlefi)




















