JAKARTA – Nusaone.co.id | Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., ME., terus mengawal upaya pemulihan sektor pertanian pascabencana yang berdampak terhadap lahan persawahan masyarakat. Bersama Dinas Pertanian Pidie Jaya, Bupati membawa langsung aspirasi petani ke pemerintah pusat dengan mengusulkan rehabilitasi sawah rusak berat serta dukungan sarana dan prasarana pertanian.
Langkah tersebut dilakukan melalui pertemuan Bupati Sibral Malasyi dengan jajaran Kementerian Pertanian di Jakarta, Rabu, 16 September 2026. Dalam agenda tersebut, Bupati bertemu dengan Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Lahan dan Irigasi Pertanian, Dhani Gartina, S.Kom., M.T., serta Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi, guna menyampaikan kondisi dan kebutuhan sektor pertanian di Kabupaten Pidie Jaya.
Dalam pertemuan itu, Bupati memaparkan kondisi lahan pertanian masyarakat yang terdampak bencana. Salah satu persoalan utama yang disampaikan adalah kerusakan sawah dengan luas mencapai 259 hektare dalam kategori rusak berat, sehingga membutuhkan penanganan dan rehabilitasi agar lahan tersebut dapat kembali berfungsi serta dimanfaatkan petani untuk kegiatan budidaya.
Bupati Sibral Malasyi menyampaikan bahwa rehabilitasi lahan menjadi bagian penting dalam upaya mengembalikan produktivitas pertanian Pidie Jaya. Karena itu, pemerintah daerah mengusulkan dukungan pemerintah pusat untuk memperbaiki sawah yang mengalami kerusakan berat, sehingga petani memiliki kesempatan kembali mengolah lahan dan mempersiapkan musim tanam berikutnya.
Selain rehabilitasi sawah, Pemkab Pidie Jaya juga membawa usulan mengenai kebutuhan sarana dan prasarana pertanian. Dukungan tersebut diperlukan untuk membantu petani dalam proses pengolahan lahan, memperlancar aktivitas pertanian, sekaligus memperkuat kesiapan daerah menghadapi musim tanam setelah kondisi lahan berangsur pulih.
Dalam audiensi tersebut, Bupati didampingi Plt Dinas Pertanian Pidie Jaya Muhammad Nur SP.,M.Si dan Muhammad Tiggy Rhexandi dari Kementerian Pertanian. Kehadiran pihak-pihak terkait menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sehingga berbagai kebutuhan yang disampaikan dapat dibahas secara lebih terarah sesuai kondisi di lapangan.
Pertemuan dengan jajaran Kementerian Pertanian tersebut mendapat dukungan terhadap upaya pemulihan pertanian Pidie Jaya. Bagi pemerintah daerah, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat langkah rehabilitasi sawah dan penyediaan sarana-prasarana pertanian, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.
Melalui Dinas Pertanian yang dipimpin Plt. Kepala Dinas Pertanian Pidie Jaya, Muhammad Nur, SP., M.Si., pemerintah daerah terus mengawal kebutuhan petani. Koordinasi dengan pemerintah pusat diharapkan tidak berhenti pada penyampaian usulan, tetapi dapat berlanjut menjadi dukungan nyata bagi percepatan pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana.
Pemkab Pidie Jaya berharap rehabilitasi 259 hektare sawah rusak berat dapat segera mendapat perhatian dan tindak lanjut. Sebab, pemulihan sawah bukan hanya tentang mengembalikan lahan agar kembali produktif, tetapi juga menghidupkan kembali harapan keluarga petani, membuka ruang bagi musim tanam berikutnya, serta menjaga keberlangsungan perekonomian masyarakat Pidie Jaya yang bertumpu pada sektor pertanian.




















