PIDIE JAYA — Nusaone.co.id | Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., ME., mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat perdamaian yang telah berlangsung selama 21 tahun di Aceh. Pesan tersebut disampaikan dalam Apel Kebangsaan Indonesia Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2026 yang digelar di halaman Gedung MTQ Aceh, Pidie Jaya.
Apel kebangsaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, kebersamaan dan komitmen seluruh elemen dalam menjaga keamanan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kegiatan itu dihadiri Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Ibrahim bersama unsur Forkopimda dan jajaran pemerintahan Kabupaten Pidie Jaya.
Dalam amanatnya, Bupati Sibral menegaskan bahwa apel kebangsaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa perdamaian dan keamanan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Menurutnya, suasana daerah yang aman dan kondusif menjadi modal penting dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan.
“Mari sama-sama kita merawat dan menjaga perdamaian. Kita sudah 21 tahun diberikan sebuah kenikmatan oleh Allah. Jangan terpancing dengan provokasi yang tidak jelas sumbernya,” tegas Sibral.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu maupun informasi yang sumber dan kebenarannya tidak jelas. Menurutnya, persatuan yang telah terbangun harus dijaga dengan sikap bijak, saling menghargai serta memperkuat komunikasi antara masyarakat, pemerintah dan aparat keamanan.
Bupati Sibral juga menyampaikan bahwa kondisi keamanan yang stabil sangat penting bagi keberlangsungan berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, ekonomi hingga pelayanan kepada masyarakat. Terlebih, Pidie Jaya masih terus berupaya mempercepat proses pemulihan dan pembangunan pascabencana.
Sementara itu, Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Ibrahim mengapresiasi kebersamaan TNI, pemerintah, ulama dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas Aceh. Ia menegaskan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI dan Polri, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
“Kalau kondisi kita kondusif, semua kegiatan, baik ekonomi, pendidikan maupun lainnya akan berjalan lancar,” ujar Brigjen TNI Ali Ibrahim. Ia berharap semangat persatuan dan perdamaian yang disampaikan dalam apel tersebut dapat terus diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Apel Kebangsaan Indonesia Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2026 turut dihadiri Ketua DPRK Pidie Jaya, Kapolres Pidie Jaya beserta jajaran, Dandim 0102/Pidie beserta jajaran, Kepala Kejaksaan Negeri Pidie Jaya, Ketua Pengadilan Negeri Meureudu, Ketua Mahkamah Syar’iyah Meureudu, Ketua MPU Pidie Jaya, para anggota DPRK, Sekda, instansi vertikal, jajaran Pemkab, Muspika, tenaga kesehatan, unsur kebencanaan, para keuchik, wartawan serta undangan lainnya. (Prokopim)




















