PIDIE JAYA – Nusaone.co.id | Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menyuguhkan pertunjukan seni budaya Aceh untuk menghibur masyarakat menjelang kegiatan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina. Penampilan budaya tersebut digelar di lokasi nobar pada Minggu malam sebagai pembuka sebelum pertandingan dimulai.
Ratusan warga tampak memadati lokasi sejak sore hari untuk menyaksikan pertunjukan seni tradisional sekaligus menunggu kick-off laga final Piala Dunia. Antusiasme masyarakat semakin meningkat dengan hadirnya sejumlah grup rapai yang menampilkan atraksi khas Aceh.
Salah satu penampil adalah Rapai Bur’am Aceh dari Sanggar Meurah Setia. Kelompok seni ini membawakan irama tabuhan rapai yang energik dan mendapat sambutan meriah dari para penonton.
Selain itu, Rapai Gripheng dari Sanggar Baloh Setia, Gampong Trueng Campli, Kecamatan Glumpang Baro, Kabupaten Pidie, turut memeriahkan suasana. Grup yang dipimpin oleh Syeh Ibrahim tersebut beranggotakan 15 personel dengan penampilan yang memukau.
Kemudian, Rapai Tuha yang dipimpin oleh Syeh Uma dari Kabupaten Pidie Jaya juga tampil menghibur masyarakat. Penampilan seni tradisional tersebut menjadi selingan yang memperkenalkan kekayaan budaya Aceh kepada seluruh pengunjung.
Pertunjukan budaya ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan nobar yang digelar Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Selain memberikan hiburan, kegiatan tersebut bertujuan melestarikan seni budaya daerah di tengah semangat masyarakat menyambut laga puncak sepak bola dunia.
Nonton bareng final Piala Dunia yang mempertemukan Spanyol dan Argentina menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat. Warga dari berbagai kalangan hadir untuk menikmati hiburan budaya sekaligus mendukung tim favorit mereka.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, yakni Telkomsel, Bank Aceh, dan TVRI Aceh, yang turut berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan acara nobar di Pidie Jaya.
Melalui perpaduan antara hiburan olahraga dan pelestarian budaya, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berharap kegiatan ini dapat memperkuat kebersamaan masyarakat, sekaligus menjadi ajang promosi seni budaya Aceh kepada generasi muda dan para pengunjung yang hadir.




















