Breaking News

Home / Aceh Pidie jaya

Selasa, 15 September 2026 - 18:18 WIB

FPRB dan Lintas Sektor Bersatu Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Pidie Jaya

PIDIE JAYA – Nusaone.co.id | Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Pidie Jaya bersama unsur lintas sektor terus memperkuat komitmen dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah setempat. Upaya tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dipimpin langsung oleh Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, MA., S.Sos., MM., Senin (14/9/2026).

Ketua FPRB Pidie Jaya, Muhammad Haikal, S.Kom., bersama sejumlah anggota FPRB turut hadir dan mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran FPRB menjadi wujud nyata dukungan terhadap pemerintah daerah dalam membangun kesiapan menghadapi bencana sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, relawan dan seluruh unsur terkait.

Apel tersebut melibatkan berbagai elemen, mulai dari Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, TNI, Polri, BPBD, para camat, Danramil, Kapolsek, tenaga kesehatan, relawan, PMI, Pramuka, RAPI, aparatur gampong hingga unsur lainnya. Banyaknya pihak yang terlibat memperlihatkan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan kekuatan bersama, koordinasi yang baik serta kesiapan seluruh komponen daerah.

Dalam amanatnya, Bupati Sibral Malasyi mengingatkan bahwa Kabupaten Pidie Jaya memiliki potensi menghadapi berbagai jenis bencana. Pengalaman menghadapi bencana hidrometeorologi yang cukup parah pada akhir tahun 2025, kata Bupati, harus dijadikan pembelajaran berharga agar seluruh pihak semakin waspada dan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi kemungkinan bencana di masa mendatang.

Baca Juga:  Pemilihan Ketua FPRB Pidie Jaya Dimulai, Pendaftaran Dibuka 22 Juli

Bupati mengajak masyarakat untuk tidak lengah terhadap sejumlah ancaman bencana, seperti banjir, kondisi daerah aliran sungai, angin kencang, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan serta berbagai potensi bencana lainnya. Menurutnya, kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan harus terus ditumbuhkan agar risiko bencana dapat ditekan sedini mungkin demi keselamatan masyarakat.

Sibral menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak boleh baru dibangun ketika bencana telah terjadi. Kesiapan harus dilakukan sejak dini, baik dari sisi personel, peralatan, komunikasi maupun koordinasi. Seluruh sarana dan prasarana penanggulangan bencana juga harus dipastikan dalam kondisi baik sehingga ketika terjadi keadaan darurat, setiap unsur dapat bergerak cepat dan mengambil langkah yang tepat.

Khusus menghadapi ancaman karhutla, Bupati meminta seluruh jajaran meningkatkan upaya pencegahan melalui pemetaan kawasan yang rawan kebakaran, patroli dan pemantauan secara berkala, terutama ketika memasuki musim kemarau. Edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar yang berpotensi menimbulkan kebakaran lebih luas dan sulit dikendalikan.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN USK Lintas Fakultas Gelar Program Literasi untuk Perkuat Budaya Membaca di Balee Musa

Selain pemerintah dan petugas, masyarakat juga diminta mengambil peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan. Camat, aparatur gampong, tokoh masyarakat dan seluruh unsur terkait diharapkan aktif mengingatkan warga untuk menjaga lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api, tanda-tanda kebakaran maupun potensi bencana lainnya. Dengan laporan dan respons yang cepat, ancaman bencana diharapkan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih besar.

Apabila bencana maupun kebakaran terjadi, Bupati meminta penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BPBD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, pemadam kebakaran, FPRB, relawan serta seluruh stakeholder. Kesiapan kendaraan, peralatan pemadaman, sumber air, alat komunikasi dan perlengkapan keselamatan personel harus dipastikan benar-benar siap digunakan. Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan relawan yang selama ini membantu masyarakat dalam menghadapi bencana. Ia mengajak FPRB, pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat terus memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Pidie Jaya yang tangguh dan sigap menghadapi bencana. “Lebih baik kita mencegah daripada memadamkan, lebih baik kita bersiap daripada terlambat bertindak. Mari kita jaga hutan, lahan dan lingkungan sebagai bagian dari menjaga kehidupan dan masa depan generasi kita,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Aceh Pidie jaya

Bupati Pidie Jaya Matangkan Persiapan HUT RI ke-81

Aceh Pidie jaya

Plt Kadis Dinsos P3A Pidie Jaya Verifikasi 298 Peserta Program Pelatihan Kerja Tahun 2026

Aceh Pidie jaya

Pemkab Pidie Jaya Beri Klarifikasi atas Laporan ke KPK, Sekda Minta Publik Hormati Proses Hukum

Aceh Pidie jaya

Sekjen KKP Tinjau Rehabilitasi Pascabencana di Pidie Jaya, Salurkan Benih Udang dan Pakan untuk Pembudidaya

Aceh Pidie jaya

Bupati Sibral Malasyi Pastikan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Pidie Jaya Berlanjut Hingga Tuntas

Aceh Pidie jaya

USK dan Universiti Malaya Luncurkan Program Pemulihan Pascabencana di Pidie Jaya

Aceh Pidie jaya

Bupati Pidie Jaya Resmikan Jembatan Garuda Penghubung Bandar Dua–Ulim

Aceh Pidie jaya

Kantin Sekolah Jadi Wacana, Bang Brewok Pilih Perkuat SPPG