PIDIE JAYA – Nuaaone.vo.id | Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terus mempercepat pemulihan lahan pertanian masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi. Upaya tersebut dilakukan melalui rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) untuk mengembalikan fungsi lahan serta membantu petani kembali beraktivitas.
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos, ME, mengapresiasi langkah cepat Dinas Pertanian dalam menangani lahan masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, pemulihan sektor pertanian menjadi bagian penting dalam mengembalikan kehidupan dan sumber penghidupan masyarakat.
“Rehab-rekon tidak hanya menyangkut pemulihan infrastruktur, tetapi juga bagaimana lahan pertanian masyarakat kembali produktif dan petani dapat kembali bekerja. Pemerintah harus hadir memastikan proses pemulihan berjalan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Sibral.
Percepatan penanganan tersebut digerakkan langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Pidie Jaya, M. Nur Isga, SP, M.Si, dengan mengerahkan sarana pertanian ke sejumlah lokasi yang terdampak.
Di Gampong Beuringen, pengolahan lahan telah dilakukan menggunakan traktor 4 WD dengan implement piringan atau disc plow. Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan sehingga secara bertahap dapat kembali dimanfaatkan masyarakat.
Sementara itu, lahan pertanian di Gampong Blang Cut, Buangan dan Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, masih teridentifikasi mengalami kerusakan berat. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan lanjutan sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan di masing-masing lokasi.
Bupati meminta jajaran terkait terus melakukan pendataan serta menentukan skala prioritas berdasarkan tingkat kerusakan. Percepatan penanganan diharapkan dapat membuat lahan pertanian segera kembali berfungsi dan mendukung perekonomian masyarakat.
Upaya pengolahan kembali lahan mendapat respons positif dari para petani. Bagi masyarakat, pemulihan lahan menjadi harapan untuk kembali turun ke sawah dan memulai aktivitas pertanian setelah terdampak bencana.
“Kami ingin petani kembali ke sawah, kembali berproduksi dan kembali memiliki sumber penghidupan,” kata Bupati. Ia menegaskan, penguatan dukungan sarana pertanian, pendampingan teknis dan sinergi dengan masyarakat menjadi bagian penting untuk membangun Pidie Jaya yang semakin tangguh pascabencana.
(Prokopim)




















