Nusaone.co.id | PIDIE JAYA – Sekitar 70 santri yang menetap di Dayah Safinatus Salam Al Falah, Gampong Sarah Mane, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas belajar, ibadah, dan kebersihan lingkungan pesantren.
Kesulitan air bersih itu disampaikan oleh Pimpinan Dayah Safinatus Salam Al Falah, Tgk Azhari, melalui Keuchik Gampong Sarah Mane, Khairuddin, kepada media ini pada Kamis (25/6/2026).
Menurut Tgk Azhari, kebutuhan air bersih di dayah cukup besar karena jumlah santri yang tinggal menetap mencapai sekitar 70 orang. Air digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari berwudhu, mandi, mencuci pakaian, hingga menjaga kebersihan lingkungan pesantren.
Ia menjelaskan, krisis air bersih yang terjadi saat ini merupakan dampak dari banjir hidrometeorologi yang melanda kawasan Gampong Sarah Mane beberapa waktu lalu. Bencana tersebut mengganggu sumber air yang selama ini digunakan masyarakat sehingga kualitas dan ketersediaan air mengalami penurunan.
Sebagai langkah penanganan awal, pemerintah sebelumnya telah menyalurkan bantuan air bersih melalui tim pemadam kebakaran dengan mengirimkan satu tangki air ke Gampong Sarah Mane. Bantuan itu dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga dan santri yang terdampak.
Namun, bantuan satu tangki air tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh santri di dayah. Tingginya kebutuhan air setiap hari membuat pasokan yang tersedia cepat habis dan belum mencukupi kebutuhan dasar para penghuni pesantren.
Meski berada dalam keterbatasan, para santri tetap berupaya menjalankan aktivitas pendidikan dan ibadah sebagaimana biasa. Mereka memanfaatkan air yang tersedia secara hemat untuk kebutuhan yang dianggap paling mendesak.
Tgk Azhari berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat memberikan perhatian lebih lanjut dengan menambah pasokan air bersih serta menghadirkan solusi jangka panjang agar kebutuhan dasar para santri dan masyarakat dapat terpenuhi secara layak.
Sementara itu, media ini telah mengonfirmasi persoalan tersebut kepada BPBD Pidie Jaya melalui Okta Handipa. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari pihak BPBD. Kepala Dinas Badan Dayah Pidie Jaya, T. Samsul Bakri, saat dihubungi melalui WhatsApp hanya memberikan jawaban singkat bahwa dirinya sedang dalam keadaan kurang sehat.
(Arju Na Fahlefi)




















