PIDIE JAYA – Nusaone.co.id | Musyawarah Daerah (Musda) II Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Pidie Jaya diwarnai persaingan dua kandidat yang memperebutkan kursi Ketua FPRB periode 2026–2031. Muhammad Haikal, S.Com., dan Samsul Bahri, S.E., memaparkan visi dan misi masing-masing di Aula Kantor Kementerian Agama, Cot Trieng, kawasan Perkantoran Bupati Pidie Jaya, Rabu (5/8/2026).
Penyampaian visi dan misi menjadi salah satu agenda utama dalam Musda II sebagai tahapan penting sebelum proses pemungutan suara. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, M.Sos., M.E., unsur Forkopimda, BPBD, TNI-Polri, Kejaksaan Negeri, organisasi kemanusiaan, akademisi, perbankan, media, serta para relawan kebencanaan.
Calon Ketua FPRB, Haikal, S.Com., mengawali pemaparannya dengan mengusung visi membangun FPRB Pidie Jaya yang profesional, kolaboratif, dan terpercaya dalam mewujudkan masyarakat yang tangguh, aman, serta siap menghadapi bencana. Menurutnya, FPRB harus menjadi wadah yang mampu menyatukan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Pidie Jaya.
Untuk merealisasikan visi tersebut, Haikal menawarkan lima program prioritas, yakni memperkuat kelembagaan FPRB melalui kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas masyarakat dan relawan melalui edukasi, pelatihan, serta simulasi kebencanaan, memperkuat mitigasi dan sistem peringatan dini, mengembangkan Desa Tangguh Bencana dan Sekolah Aman Bencana, serta memanfaatkan teknologi informasi guna mempercepat koordinasi dan penyebaran informasi kebencanaan.
Sementara itu, Samsul Bahri, S.E., memperkenalkan pengalaman organisasinya sebagai Kepala Markas KSR-PMI Kabupaten Pidie Jaya sekaligus mantan Wakil Ketua FPRB Kabupaten Pidie Jaya. Berbekal pengalaman tersebut, ia menyatakan siap membangun kepemimpinan yang mengedepankan kolaborasi, keterbukaan, dan musyawarah bersama seluruh lembaga yang tergabung dalam FPRB.
Dalam pemaparannya, Samsul Bahri mengusung visi mewujudkan FPRB Kabupaten Pidie Jaya yang tangguh dan siap menghadapi bencana. Menurutnya, keberhasilan pengurangan risiko bencana hanya dapat dicapai melalui sinergi antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.
Adapun misi yang ditawarkan Samsul Bahri meliputi penguatan kelembagaan dan tata kelola organisasi yang baik, peningkatan peran masyarakat serta dunia usaha dalam penanggulangan bencana, pemberdayaan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana, serta memperkuat koordinasi dan sinergi antar-lembaga agar seluruh program FPRB dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Persaingan kedua kandidat berlangsung dalam suasana demokratis, tertib, dan penuh semangat. Masing-masing calon memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, serta komitmennya dalam membawa FPRB Kabupaten Pidie Jaya menjadi organisasi yang semakin profesional, aktif, dan responsif menghadapi berbagai potensi bencana.
Melalui Musda II ini, peserta diharapkan dapat menentukan pemimpin terbaik berdasarkan rekam jejak, visi, misi, serta program kerja yang ditawarkan. Ketua FPRB Kabupaten Pidie Jaya periode 2026–2031 yang terpilih nantinya diharapkan mampu memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah yang tangguh terhadap bencana.




















