Pidie Jaya – Nusaone.co.id | Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mengapresiasi pelaksanaan International Service Learning Program yang digelar Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan Universiti Malaya (Malaysia), Universitas Jabal Ghafur (Unigha), serta melibatkan mahasiswa dari Malaysia dan China. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut berlangsung pada 22–24 Juli 2026 di tiga gampong binaan USK di Kabupaten Pidie Jaya.
Apresiasi itu disampaikan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E. melalui Asisten III Setdakab Pidie Jaya Helmi, S.STP., M.Si. pada pembukaan kegiatan yang dipimpin Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P. dan dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pidie Jaya Muhammad Nur, S.P., M.Si.
Helmi menyampaikan selamat datang kepada seluruh rombongan dari Universiti Malaya, Universitas Syiah Kuala, Universitas Jabal Ghafur, serta mahasiswa internasional dari Malaysia dan China yang memilih Pidie Jaya sebagai lokasi pengabdian masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan bukti nyata bahwa semangat kemanusiaan dan kerja sama lintas sektor serta lintas negara mampu menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang sedang bangkit setelah menghadapi bencana.
Ia menjelaskan, Kabupaten Pidie Jaya pernah dilanda bencana hidrometeorologi yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat, sektor pertanian, infrastruktur, dan aktivitas ekonomi. Karena itu, dukungan dari perguruan tinggi dan mitra internasional dinilai sangat penting dalam mempercepat proses pemulihan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pidie Jaya Muhammad Nur, S.P., M.Si. menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat sektor pertanian melalui partisipasi masyarakat dan kalangan akademisi.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa bersama masyarakat melaksanakan penanaman pohon di Gampong Dayah Husen Kecamatan Meurah Dua, Gampong Gintong, dan Gampong Blang Awe Kecamatan Meureudu. Selain itu, peserta juga memberikan edukasi lingkungan serta menyerahkan bantuan alat semprot elektrik kepada masyarakat.
Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P. mengatakan International Service Learning Program menjadi sarana bagi mahasiswa Indonesia, Malaysia, dan China untuk belajar langsung di tengah masyarakat, memperkuat jejaring internasional, sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan pengabdian.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, USK, Universiti Malaya, Universitas Jabal Ghafur, dan berbagai mitra internasional dapat terus berlanjut sehingga mampu mempercepat pemulihan pascabencana, memperkuat ketahanan masyarakat, dan mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
(Arju Na Fahlefi)




















