PIDIE JAYA — Nusaone.ci id | Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., M.E. turun langsung meninjau kondisi masyarakat dan sejumlah fasilitas yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (2/9/2026). Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan proses pemulihan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Salah satu lokasi yang dikunjungi Bupati bersama rombongan adalah Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) di Gampong Meunasah Meureudu. Kunjungan dilakukan untuk melihat kondisi fasilitas pendidikan sekaligus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dalam suasana aman dan nyaman bagi para siswa.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian Pidie Jaya, Muhammad Nur, SP., M.Si. Rombongan melihat langsung kondisi lingkungan sekolah serta berbagai fasilitas yang digunakan siswa dan tenaga pendidik dalam menjalankan aktivitas pembelajaran.
Bupati Sibral Malasyi menegaskan bahwa keberlangsungan pendidikan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, anak-anak harus tetap mendapatkan pelayanan pendidikan yang layak agar kegiatan belajar tidak terganggu dan semangat mereka tetap terjaga.
Setelah meninjau sekolah, Bupati bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju sejumlah lahan pertanian masyarakat yang terdampak banjir hidrometeorologi. Di lokasi tersebut, rombongan melihat secara langsung kondisi lahan dan tanaman yang mengalami dampak akibat bencana.
Peninjauan sektor pertanian dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai tingkat kerusakan dan kebutuhan para petani. Kondisi tersebut menjadi bahan penting bagi pemerintah dalam melakukan pendataan serta menyusun langkah pemulihan yang tepat sasaran.
Dalam rangka mempercepat penanganan, Bupati juga bersama jajaran Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) memperkuat koordinasi lintas sektor. Di antaranya hadir Dr. Drs. Imran, M.Si., MA.Cd., Kombes Pol. Suwinto, S.H., S.I.K., dan Laksma TNI Nouldy J. Tangka, S.A.P., M.Tr.Opsla., CHRMP, serta perwakilan Kementerian Pertanian, Balai Kementerian Pekerjaan Umum, BPJN Aceh, BPPKK Aceh dan BWS Aceh.
Turut hadir unsur Forkopimda, Ketua DPRK Pidie Jaya, Sekretaris Daerah, jajaran SKPK, pimpinan instansi vertikal serta unsur terkait lainnya. Sinergi berbagai pihak tersebut diperlukan agar rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat dilakukan secara terukur, terpadu dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Komitmen itu kembali ditegaskan Bupati Sibral Malasyi saat membuka Monitoring dan Evaluasi Penanganan Pascabencana Hidrometeorologi di Aula Bappeda Pidie Jaya. Ia menekankan bahwa setiap langkah pemulihan harus berorientasi langsung pada kebutuhan masyarakat, sehingga dari sekolah hingga lahan pertanian, kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan dan memberi harapan bagi masyarakat untuk bangkit kembali.




















