PIDIE JAYA – Nusaone.co.id | Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pidie Jaya, Muhammad Nur, SP., M.Si, mengikuti rapat koordinasi (Rakor) pembahasan penanganan sawah terdampak rusak berat secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis (6/8/2026). Rakor tersebut turut dihadiri Asisten II Setdakab Pidie Jaya Ir. Orizal Safitri, S.T., M.T. dan Kabid Pengairan Amir Hamzah Isa, S.T., M.T.
Rakor digelar sebagai langkah memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan lahan sawah yang mengalami kerusakan berat. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama instansi terkait.
Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas kondisi sawah yang mengalami kerusakan, hasil pendataan di lapangan, serta langkah-langkah strategis yang diperlukan untuk mempercepat rehabilitasi lahan pertanian agar kembali produktif.
Asisten II Setdakab Pidie Jaya, Ir. Orizal Safitri, S.T., M.T., menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten menjadi kunci utama dalam mempercepat penanganan sawah rusak berat guna menjaga produktivitas sektor pertanian.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pidie Jaya, Muhammad Nur, SP., M.Si, menyampaikan bahwa proses verifikasi data kerusakan sawah harus dilakukan secara akurat. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program rehabilitasi serta pengajuan bantuan kepada pemerintah.
Di sisi lain, Kabid Pengairan Amir Hamzah Isa, S.T., M.T. menjelaskan bahwa kondisi jaringan irigasi juga menjadi perhatian utama dalam pembahasan rakor. Menurutnya, saluran pengairan yang berfungsi optimal akan mendukung keberhasilan rehabilitasi lahan pertanian.
Rakor juga membahas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyusun langkah penanganan yang efektif, mulai dari pendataan, perbaikan infrastruktur pendukung, hingga pelaksanaan rehabilitasi sawah yang mengalami kerusakan berat.
Melalui koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berharap proses penanganan sawah rusak berat dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas pertanian masyarakat kembali normal, produktivitas pangan meningkat, dan kesejahteraan petani tetap terjaga.
Pemkab Pidie Jaya berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar program rehabilitasi sawah rusak berat dapat berjalan optimal demi mendukung ketahanan pangan serta pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan di Kabupaten Pidie Jaya.




















