Breaking News

Home / Aceh Pidie jaya

Selasa, 23 Juni 2026 - 02:31 WIB

Warga Sarah Mane Krisis Air Bersih Pasca Banjir, Keuchik Minta Bantuan Segera

Nusaone.co.id | PIDIE JAYA, 23 Juni 2026 — Warga Gampong Sarah Mane, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, saat ini menghadapi krisis air bersih yang semakin memprihatinkan pasca banjir hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Tim media yang turun langsung ke lokasi mendapati kondisi sumber air warga mengalami perubahan drastis. Air dari saluran pengairan maupun sumur umum di sekitar Polindes dan meunasah kini berubah keruh pekat, berwarna cokelat, serta bercampur endapan lumpur.

Meski tidak layak untuk dikonsumsi, warga terpaksa tetap menggunakan air tersebut untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak, mandi, mencuci, hingga berwudhu, karena belum tersedia sumber air bersih alternatif di wilayah tersebut.

Baca Juga:  HUT RI ke-81, Upacara Penurunan Bendera di Pidie Jaya Aman dan Kondusif

Pemerintah gampong telah melaporkan kondisi ini kepada pihak Kecamatan Meurah Dua, namun hingga kini belum ada penanganan teknis maupun bantuan darurat yang diterima masyarakat.

Dalam keterangannya kepada tim media, Keuchik Gampong Sarah Mane, Khairuddin, menyebutkan bahwa kondisi air saat ini sudah berada pada tahap kritis dan sangat mengkhawatirkan.

“Kami sangat membutuhkan bantuan dan perhatian pemerintah. Ini satu-satunya sumber air yang ada, meski kualitasnya sangat buruk. Kami khawatir bisa menimbulkan penyakit bagi warga,” ujarnya.

Selain krisis air bersih, banjir juga menyebabkan kerusakan pada jembatan penghubung menuju area persawahan. Kondisi ini menghambat aktivitas petani dan berdampak pada perekonomian masyarakat setempat.

Baca Juga:  Dinsos Pidie Jaya Sigap Bantu Warga Terdampak Bencana

Tim media mencatat bahwa kondisi air belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan alami dalam waktu dekat. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan terjadi peningkatan risiko penyakit seperti gangguan pencernaan, penyakit kulit, hingga infeksi saluran pernapasan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya segera mengambil langkah cepat, seperti penyediaan air bersih darurat, penjernihan sumber air, serta perbaikan infrastruktur yang rusak, agar kebutuhan dasar warga dapat kembali terpenuhi secara layak.

(Arju Na Fahlefi)

 

Share :

Baca Juga

Aceh Pidie jaya

Bupati Sibral: Maulid Nabi Jadi Momentum Memperkuat Persaudaraan

Aceh Pidie jaya

Bupati Pidie Jaya Apresiasi Pengabdian Internasional USK dan Universiti Malaya di Gampong Binaan

Aceh Pidie jaya

Hari Pertama Sekolah, Pemkab Pidie Jaya Ajak Orang Tua Antar Anak

Aceh Pidie jaya

Setelah Vakum, FPRB Pidie Jaya Kembali Aktif dan Siap Bersinergi dengan BPBD

Aceh Pidie jaya

Meureudu Bergemuruh, Empat Gampong Kejar Tiket Final

Aceh Pidie jaya

Bupati Sibral Kobarkan Semangat Kemerdekaan di Pidie Jaya

Aceh Pidie jaya

Data Bermasalah, Dinsos Pidie Jaya Bantu Pulihkan Hak PKH Ti Ramlah

Aceh Pidie jaya

KKP RI Bantu Excavator untuk Pidie Jaya, Bupati Fokus Pulihkan Ekonomi Masyarakat Pesisir