Breaking News

Home / Aceh / Politik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Eks Kombatan GAM Tinggalkan Partai Lokal, Kini Berlabuh ke PSI

PIDIE – Nusaone.co.id | Dua tokoh eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) asal Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, resmi menyatakan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keputusan yang diumumkan dalam pertemuan di Geumpang, Sabtu (18/7/2026), itu dinilai menjadi dinamika baru dalam peta politik di wilayah tersebut.

Tokoh yang bergabung ke PSI adalah M. Abet Idris, mantan Keuchik Gampong Pulo Loh periode 2000–2005, dan Bahagia ZA, mantan Keuchik Gampong Pulo Loh periode 2010–2015. Keduanya sebelumnya dikenal aktif sebagai kader sekaligus tim pemenangan salah satu partai lokal di Aceh.

M. Abet Idris diketahui pernah bertugas sebagai penggalang logistik dalam struktur GAM semasa konflik Aceh. Setelah perdamaian melalui MoU Helsinki, ia tetap aktif di dunia politik dengan menjadi bagian dari tim pemenangan salah satu partai lokal di Kecamatan Geumpang.

Sementara itu, Bahagia ZA memiliki perjalanan panjang dalam struktur perjuangan Aceh. Ia pernah mengemban tugas sebagai penggalang logistik, Mukim Aceh Merdeka, Wakil Sagoe Geumpang I, hingga Penerangan Sagoe Geumpang I. Pasca-konflik, ia juga berperan dalam membesarkan salah satu partai lokal.

Baca Juga:  Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, sekda Aceh Tegaskan Pancasila Fondasi Perdamaian Dunia

Keduanya mengaku keputusan bergabung dengan PSI telah melalui pertimbangan yang matang. Menurut mereka, langkah tersebut diambil sebagai bentuk ikhtiar untuk tetap melanjutkan pengabdian kepada masyarakat melalui jalur politik yang baru.

“Kami sudah bekerja banyak dengan salah satu partai lokal. Senang dan susah kami rasakan bersama. Bahkan saat konflik, kami boleh dikatakan sebagai sisa peluru TNI yang masih hidup dan tetap setia terhadap perjuangan Aceh,” ujar M. Abet Idris dan Bahagia ZA.

Mereka menegaskan bahwa perpindahan tersebut bukan berarti mengkhianati perjuangan yang pernah mereka jalani. “Bukan berarti kami tidak setia. Untuk apa kami bertahan kalau tidak dihargai. Semua yang telah kami lakukan untuk salah satu partai lokal sudah kami ikhlaskan. Kini kami memilih hijrah ke PSI sebagai tempat untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat,” ungkap keduanya.

Baca Juga:  PW IWO Aceh Gelar Tradisi Meugang untuk Anggota Jelang IdulAdha

Menanggapi hal itu, Rival Amiruddin mengatakan bergabungnya dua tokoh eks kombatan GAM tersebut merupakan perkembangan yang patut diperhitungkan dalam dinamika politik di Geumpang. Menurutnya, pengalaman dan kedekatan mereka dengan masyarakat menjadi nilai tambah bagi PSI di Kabupaten Pidie.

“Saya melihat bergabungnya Pak Abet Idris dan Pak Bahagia ZA tentu menjadi tambahan kekuatan bagi PSI di Pidie. Keduanya memiliki pengalaman, jaringan, dan kedekatan dengan masyarakat yang sudah terbangun selama bertahun-tahun. Ini menjadi modal politik yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam politik, perpindahan pilihan merupakan hal yang biasa. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh elemen politik tetap mengedepankan persaingan yang sehat dan bersama-sama membangun Aceh, khususnya Geumpang,” tutup Rival. (*)

 

(Arju Na Fahlefi)

Share :

Baca Juga

Aceh

Mensos dan Wagub Aceh Tinjau Sekolah Rakyat, Harapan Baru Pendidikan Anak Prasejahtera

Aceh

Wagub Aceh Fadhlullah Bantu Biaya Pemulangan Jenazah Warga Pidie dari Malaysia

Aceh

MIN 39 Pidie Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Penyembelihan Hewan Kurban

Aceh

Aceh Borong Sembilan Penghargaan di Anugerah Adinata Syariah 2026

Aceh

Mengenal Sosok Chairan Manggeng, Dari Santri Menjadi Jurnalistik Handal Aceh

Aceh

Kepsek di Nagan Raya diminta Waspada atas Beredarnya Surat Mutasi ASN

Aceh

A. Kadir Jailani Serukan Kebangkitan Syariat untuk Pulihkan dan Bangun Pidie Jaya

Aceh

PW IWO Aceh Gelar Tradisi Meugang untuk Anggota Jelang IdulAdha