Nusaone.co.id | Banda Aceh – Bantuan yang diberikan Pemerintah Aceh melalui Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat Aceh yang mengalami musibah di luar negeri. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan almarhumah Fatimah Zahra dapat dipulangkan dan dimakamkan secara layak di tanah kelahirannya.
Selain membantu biaya pemulangan, Fadhlullah juga memfasilitasi penyediaan ambulans melalui Dinas Sosial Aceh untuk mengantar jenazah dari Banda Aceh menuju kampung halamannya di Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie.
Pemulangan jenazah almarhumah Fatimah Zahra, warga Gampong Tufah Jeulatang, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, yang meninggal dunia di Malaysia pada 28 Mei 2026, terlaksana melalui kerja sama antara Pemerintah Aceh dan Grup Aceh Bersatu Malaysia.
Total biaya pemulangan jenazah dari Malaysia ke Banda Aceh mencapai Rp22 juta. Namun, pihak keluarga hanya mampu menyediakan dana sebesar Rp5 juta sehingga membutuhkan bantuan untuk menutupi kekurangan biaya yang ada.
Untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar, Fadhlullah membantu menutupi kekurangan biaya sebesar Rp17 juta. Bantuan tersebut mencakup biaya pengurusan administrasi dan kargo hingga jenazah tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar.
Langkah kemanusiaan tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Aceh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk warga Aceh yang berada di perantauan maupun di luar negeri saat menghadapi musibah.
Dengan dukungan berbagai pihak, proses pemulangan jenazah berjalan lancar hingga tiba di Aceh. Seluruh tahapan mulai dari pengurusan dokumen hingga transportasi dapat diselesaikan sesuai prosedur yang berlaku.
Pihak keluarga almarhumah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Wakil Gubernur Aceh, Grup Aceh Bersatu Malaysia, serta seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah hingga tiba di Aceh.
Mereka berharap kepedulian dan sinergi yang ditunjukkan dalam peristiwa ini dapat terus terjaga sehingga masyarakat Aceh yang menghadapi musibah di mana pun berada dapat memperoleh bantuan dan dukungan yang dibutuhkan.
(Arju Na Fahlefi)



















