Nusaone.co.id | PIDIE JAYA – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) kembali mengucurkan bantuan senilai Rp63.987.600.000 bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 5.535 kepala keluarga (KK) yang belum menerima bantuan pada tahap sebelumnya.
Program bantuan yang disalurkan mencakup Jaminan Hidup (Jadup), bantuan Isi Hunian, serta Stimulan Ekonomi Gelombang II Lanjutan dan Gelombang III sebagai bagian dari program pemulihan pascabencana di daerah tersebut.
Keberhasilan menghadirkan bantuan itu merupakan hasil perjuangan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya yang terus membangun koordinasi intensif dengan Kementerian Sosial RI agar seluruh hak masyarakat terdampak dapat segera direalisasikan.
Bupati Pidie Jaya bersama Tim Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RRR) selama ini aktif mengawal proses pengajuan hingga bantuan tersebut akhirnya disetujui pemerintah pusat untuk disalurkan kepada warga.
Penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu, 20 hingga 21 Juni 2026. Seluruh proses pencairan akan dilakukan melalui PT Pos Indonesia mulai pukul 09.00 WIB sampai selesai.
Untuk bantuan Gelombang III, sebanyak 3.400 kepala keluarga yang tersebar di delapan kecamatan akan menerima bantuan berupa Jadup, Isi Hunian, dan Stimulan Ekonomi sesuai data penerima yang telah ditetapkan.
Kecamatan Ulim tercatat menjadi wilayah dengan jumlah penerima manfaat terbesar pada Gelombang III, yakni mencapai 1.025 kepala keluarga, sehingga menjadi salah satu fokus utama dalam proses penyaluran bantuan kali ini.
Sementara itu, pada Gelombang II Lanjutan, bantuan Isi Hunian dan Stimulan Ekonomi akan diterima oleh 2.135 kepala keluarga. Kecamatan Ulim kembali menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni sebanyak 618 kepala keluarga berdasarkan hasil verifikasi data.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Bupati Pidie Jaya menginstruksikan Dinas Sosial P3A bersama Plt Kepala Dinas Sosial P3A Azharyadi S.Pi., M.M serta pihak PT Pos Indonesia untuk mengawal seluruh tahapan distribusi. Pemerintah berharap bantuan ini mampu meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi keluarga terdampak bencana.(*)
(Arju Na Fahlefi)


















