PIDIE – Nusaone.co.id | Tangis duka menyelimuti keluarga setelah Muksal Mina (60), warga Gampong Keumangan, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri penantian keluarga yang sejak awal terus diliputi kecemasan.
Muksal Mina dilaporkan hilang saat melaut di kawasan perairan Pasi Rawa, Kota Sigli, pada Sabtu (19/9/2026). Sejak kabar kehilangan diterima, keluarga bersama masyarakat dan tim SAR berupaya mencari keberadaan korban dengan harapan Muksal dapat segera ditemukan.
Kekhawatiran semakin besar setelah perahu yang biasa digunakan Muksal ditemukan telah bersandar di bibir pantai Pasi Rawa dalam kondisi tanpa awak. Temuan tersebut kemudian diketahui masyarakat dan dilaporkan kepada Tim SAR Pidie untuk dilakukan tindak lanjut pencarian.
Upaya pencarian selanjutnya dilakukan dengan melibatkan tim SAR, nelayan serta masyarakat yang mengenal kondisi perairan setempat. Penyisiran dilakukan di sejumlah kawasan perairan secara bertahap, dengan harapan keberadaan Muksal segera diketahui.
Namun, proses pencarian tidak berjalan mudah. Tim di lapangan menghadapi sejumlah kendala, salah satunya keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) yang sedang langka. Kondisi tersebut membuat pergerakan perahu untuk menyisir kawasan perairan menjadi lebih terbatas.
Meski menghadapi kendala, semangat pencarian tidak surut. Tim SAR bersama nelayan dan masyarakat tetap bahu-membahu menyisir kawasan perairan Pasi Rawa. Kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menemukan Muksal yang telah dinyatakan hilang.
Setelah pencarian berlangsung, kabar yang dinanti akhirnya datang pada Sabtu sore. Muksal Mina berhasil ditemukan oleh masyarakat di kawasan perairan dalam kondisi meninggal dunia. Korban kemudian dievakuasi menggunakan tandu menuju tempat yang lebih aman.
Suasana yang sebelumnya dipenuhi harapan berubah menjadi duka mendalam ketika korban berhasil dibawa ke daratan. Keluarga yang sejak awal menunggu dengan penuh kecemasan harus menerima kenyataan bahwa Muksal telah ditemukan, namun dalam keadaan tidak bernyawa.
Dengan ditemukannya Muksal Mina, pencarian yang melibatkan tim SAR, nelayan dan masyarakat tersebut akhirnya berakhir. Bagi keluarga, kabar itu menjadi penutup dari penantian panjang sekaligus meninggalkan duka mendalam atas kepergian Muksal, sementara kepedulian warga selama proses pencarian menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan di tengah musibah. (**)




















