Nusaone co.id | PIDIE JAYA – Minggu (14/6/2026) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya menghadirkan edukasi kebencanaan kepada masyarakat melalui stan pameran pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Pidie Jaya ke-19 yang dipusatkan di kawasan Gedung MTQ Pidie Jaya.
Pameran tersebut menampilkan miniatur dampak banjir hidrometeorologi yang pernah melanda Kabupaten Pidie Jaya pada 25 November 2025 lalu. Miniatur itu menggambarkan kondisi nyata rumah warga yang terdampak bencana dengan timbunan lumpur, puing kayu, ranting pohon, serta material lain yang terbawa arus banjir.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Pidie Jaya tahun 2026 yang mengusung tema “Bangkit Bersyariat, Pulih Bersama”, sekaligus menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pidie Jaya, Okta Handipa, M.Arch hadir langsung di lokasi untuk meninjau stan pameran sekaligus menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat yang hadir mengunjungi arena kegiatan.
Menurut Okta Handipa, miniatur tersebut sengaja dihadirkan agar masyarakat dapat melihat secara langsung gambaran bencana yang pernah terjadi, sehingga tumbuh pemahaman bersama mengenai besarnya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Pidie Jaya.
Ia menjelaskan bahwa banjir dan longsor masih menjadi ancaman serius bagi daerah, mengingat kondisi geografis wilayah serta intensitas curah hujan tinggi yang dapat memicu terjadinya bencana sewaktu-waktu jika tidak diantisipasi dengan baik.
Selain menampilkan miniatur sebagai media edukasi, BPBD juga memamerkan berbagai perlengkapan tanggap darurat yang digunakan dalam operasi penyelamatan, seperti jaket pelampung, helm keselamatan, alat pemadam kebakaran, tabung pernapasan, serta perlengkapan evakuasi lapangan lainnya.
“Melalui pameran ini kami ingin masyarakat memahami bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dimulai dari pengetahuan dan kesadaran sejak dini. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat lebih siap menghadapi kondisi darurat,” ujar Okta Handipa.
BPBD Pidie Jaya berharap kegiatan tersebut mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat, memperkuat budaya mitigasi bencana, serta mendorong terwujudnya daerah yang tangguh, aman, dan mampu pulih lebih cepat ketika menghadapi bencana di masa mendatang.
(Arju Na Fahlefi)


















