Breaking News

Home / Nasional

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:30 WIB

12 Penumpang SB Mister Un Selamat Usai Speedboat Tenggelam

GORONTALO — Nusaone.co.id |  Sebanyak 12 penumpang speedboat SB Mister Un (GT 2) berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah kapal tersebut mengalami mati mesin dan kemudian tenggelam di perairan Teluk Tomini, Gorontalo, 24 Juli 2026

Berdasarkan manifes, speedboat yang dioperasikan PT Farmaz Jaya Abadi itu membawa 13 orang, terdiri dari 11 penumpang warga negara asing (WNA) dan dua awak kapal. Hingga Sabtu (25/7/2026) sore, 12 orang telah ditemukan dalam kondisi selamat.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi seluruh korban yang ditemukan selamat untuk mendapatkan penanganan medis.

“Berdasarkan pembaruan data pada Selasa(11/8) pukul 15.00 WITA, Tim SAR Gabungan telah menemukan 12 orang dalam keadaan selamat, termasuk 11 penumpang WNA,” ujar Masyhud.

Baca Juga:  Di Tengah Polemik Sapi Kurban, Eks Tim Mawar Kopassus Fauka Beberkan Kebiasaan Lama Prabowo

Para korban selamat terlebih dahulu dievakuasi ke Resort Sanctum di Una-Una untuk mendapatkan penanganan awal. Setelah itu, mereka dibawa ke RSUD Ampana guna menjalani pemeriksaan medis lanjutan.

SB Mister Un sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Una-Una, wilayah kerja Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Ampana, menuju Pelabuhan Marisa, Gorontalo, pada Rabu (12/8) sekitar pukul 07.30 WITA.

Menurut informasi awal di lapangan, kapal mengalami kendala teknis berupa mati mesin. Kondisi tersebut kemudian diperburuk oleh cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan Teluk Tomini hingga menyebabkan kapal tenggelam.

Baca Juga:  Di Era Digital, IWO Dorong Pers Tetap Beretika

Sementara itu, satu awak kapal bernama Ferdiansyah yang merupakan nakhoda masih dalam pencarian. Tim SAR Gabungan terus melakukan penyisiran di sekitar area penemuan korban selamat, setelah operasi sempat terkendala gelombang tinggi pada Jumat malam.

Untuk mendukung pencarian, UPP Kelas III Ampana telah mendirikan posko penanganan. Operasi melibatkan Basarnas Gorontalo, TNI AL, Polairud, SROP Ampana dan unsur terkait lainnya. Ditjen Perhubungan Laut juga mengingatkan seluruh operator kapal agar memastikan kesiapan teknis armada serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan pelayaran. (**)

Share :

Baca Juga

Nasional

IWO Gelar Aksi Penanaman 1.400 Mangrove, Wujud Kepedulian Wartawan terhadap Lingkungan

Aceh

Aceh Borong Sembilan Penghargaan di Anugerah Adinata Syariah 2026

Nasional

Illiza Terima Anugerah PRIWOLA 2026 Bersama Tujuh Kepala Daerah Perempuan

Nasional

Aceh Ukir Sejarah di Fahmil Qur’an Nasional

Nasional

Wagub Aceh Usul Dana Otsus Diperpanjang hingga 2027

Nasional

Pertemuan Wali Nanggroe dan Dubes Uni Eropa Bahas Bantuan Bencana dan Kerja Sama Aceh-Eropa

Nasional

LBH Arun Apresiasi IWO Pidie Jaya

Nasional

HUT ke-14 IWO di Kota Tegal Banjir Ucapan Selamat dan Sukses