PIDIE JAYA – Nusaone.co.id | Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pidie Jaya, Azharyadi, S.Pi., M.M., mengatakan kolaborasi Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati bersama Dinas Sosial Pidie Jaya menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap mitigasi bencana, khususnya bagi masyarakat pesisir dan generasi muda.
Sebanyak 800 peserta dari Kecamatan Meurah Dua dan Kecamatan Meureudu mengikuti kegiatan edukasi keselamatan pelayaran dan kesiapsiagaan bencana yang digelar di Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memperkuat ketangguhan warga dalam menghadapi bencana sekaligus mendukung percepatan pemulihan sosial pascabencana hidrometeorologi Aceh.
Menurut Azharyadi, edukasi kebencanaan sangat penting dilakukan agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam menghadapi berbagai potensi risiko bencana, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan pesisir.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memahami mitigasi bencana serta keselamatan dalam aktivitas pelayaran,” ujarnya.
Kegiatan yang mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Edukasi Keselamatan Pelayaran dan Kesiapsiagaan Bencana tersebut menghadirkan pemateri dari BPBD Pidie Jaya, Dinas Sosial, Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB), Pelopor Perdamaian, serta perwakilan nelayan.
Selain masyarakat umum, kegiatan itu juga melibatkan sekitar 400 pelajar sekolah dasar dari 20 sekolah di Kecamatan Meurah Dua dan Meureudu. Para siswa diberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana dan keselamatan sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang mitigasi bencana, kesiapsiagaan masyarakat, serta keselamatan pelayaran. Peserta juga menerima dukungan berupa baju, senter, topi, uang saku sebesar Rp130 ribu, serta konsumsi untuk menunjang kelancaran kegiatan.
Sementara itu, BPBD Pidie Jaya turut memaparkan perkembangan penanganan dan capaian penanggulangan bencana hidrometeorologi, termasuk berbagai upaya pemulihan yang telah dilakukan bagi masyarakat terdampak. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana.




















