Nusaone.co.id | PIDIE JAYA – Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., M.E. secara resmi mengukuhkan pengurus dan anggota Relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Meurah Dua dalam Apel Pengukuhan dan Simulasi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang digelar di halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pidie Jaya, Senin (29/6/2026). Pengukuhan dilakukan sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Pengukuhan dihadiri Ketua DPRK Pidie Jaya, Kepala Kejaksaan Negeri Pidie Jaya, unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia, TNI, Polri, BPBD, PMI, Tagana, para kepala SKPK, camat, serta puluhan relawan Kampung Siaga Bencana dari desa-desa di Kecamatan Meurah Dua.
Sebelum mengukuhkan relawan, Bupati meminta kesediaan seluruh peserta untuk mengemban amanah sebagai pengurus dan anggota KSB. Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 128 Tahun 2011 tentang Kampung Siaga Bencana, ia kemudian mengukuhkan para relawan dan mengajak mereka menjalankan tugas kemanusiaan dengan penuh tanggung jawab.
Dalam sambutannya, H. Sibral Malasyi mengatakan Kabupaten Pidie Jaya merupakan daerah yang memiliki potensi bencana seperti gempa bumi, banjir, angin kencang, dan cuaca ekstrem. Karena itu, menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini agar masyarakat mampu meminimalkan risiko ketika bencana terjadi.
Ia menegaskan bahwa pengukuhan Relawan Kampung Siaga Bencana bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen bersama untuk membangun masyarakat yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana. Penanggulangan bencana, katanya, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, BPBD, atau Tagana, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Bupati juga mengajak aparatur pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi sosial, dunia usaha, TNI, dan Polri untuk terus menumbuhkan budaya gotong royong, kepedulian, serta kewaspadaan. Menurutnya, kesiapsiagaan harus menjadi budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika bencana datang.
Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia atas dukungan dalam memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Pidie Jaya melalui program Kampung Siaga Bencana, bantuan logistik lumbung sosial, serta program Tagana Masuk Sekolah. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan, dipelihara, dan digunakan secara optimal demi kepentingan masyarakat.
Dalam sesi wawancara usai kegiatan, H. Sibral Malasyi mengungkapkan Kecamatan Meurah Dua kini memiliki sekitar 70 anggota Relawan Kampung Siaga Bencana. Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya juga berkomitmen mendukung penyediaan sekretariat, gardu sosial, dan perlengkapan operasional relawan sesuai kemampuan daerah. “Insya Allah kami akan mendukung dan menindaklanjuti arahan Kementerian Sosial agar Kampung Siaga Bencana benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
(Arju Na Fahlefi)




















