Breaking News

Home / Pendidikan

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:53 WIB

Workshop Menulis di MIN 7 Pidie, Guru dan Siswa Siapkan Karya Ber-ISBN

PIDIE – Nusaone.co.id | Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 7 Pidie menggelar Workshop Menulis Buku bagi guru dan siswa sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi dan melahirkan karya tulis ber-ISBN. Kegiatan tersebut berlangsung di MIN 7 Pidie dengan menghadirkan penulis Mursyidah, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber.

Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pidie, Turno, SKM., MKM. Kegiatan itu diikuti guru dan siswa dengan tujuan meningkatkan kemampuan menulis sekaligus memperkuat Gerakan Literasi Siswa (Geulis) di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Turno mengatakan bahwa menulis merupakan rekam jejak yang akan tetap dikenang sepanjang masa. Ia berharap seluruh sekolah di Kabupaten Pidie dapat mengembangkan Gerakan Literasi Siswa sehingga semakin banyak lahir karya dari guru maupun peserta didik.

“Dengan berkarya kita jadi mulia, dan dengan menulis kita bisa dikenal. Menulis adalah rekam jejak yang akan abadi. Saya berharap semua sekolah di Pidie melaksanakan Gerakan Literasi Siswa sehingga semakin banyak karya yang lahir dari guru dan siswa,” ujar Turno.

Baca Juga:  Mursyidah, Pengurus IGI Aceh, Pimpin Program Trauma Healing untuk Anak-Anak Terdampak Bencana

Sementara itu, Kepala MIN 7 Pidie, Ruhamah, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya membangun budaya menulis di kalangan guru dan siswa. Ia meminta seluruh peserta mengikuti workshop dengan sungguh-sungguh agar mampu menghasilkan buku antologi yang diterbitkan secara resmi dengan ISBN.

Dalam workshop tersebut, para peserta sepakat menulis cerpen, puisi, dan pantun yang akan dihimpun menjadi dua buku antologi bersama, masing-masing karya guru dan karya siswa. Antusiasme peserta terlihat tinggi, bahkan sejumlah siswa tampil membacakan karya mereka di hadapan narasumber dan kepala sekolah.

Baca Juga:  Bantuan PGRI Simeulue Mengalir untuk Korban Banjir Aceh, Bukti Kepedulian Guru untuk Negeri

Sebagai pemateri, Mursyidah menyampaikan bahwa membaca dan menulis merupakan keterampilan dasar yang harus dibiasakan sejak dini. Ia juga membagikan berbagai kiat menulis, mulai dari membangun niat, percaya diri, ikhlas, hingga menjaga konsistensi dalam berkarya.

Menurut Mursyidah, tulisan adalah rekam jejak yang akan tetap hidup meskipun penulisnya telah tiada. Karena itu, ia mengajak seluruh guru dan siswa untuk terus membaca, menulis, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi banyak orang.

Workshop ini diharapkan menjadi awal lahirnya karya-karya baru dari MIN 7 Pidie. Pihak sekolah pun berkomitmen menerbitkan dua buku antologi ber-ISBN hasil karya guru dan siswa sebagai bukti nyata berkembangnya budaya literasi di lingkungan MIN 7 Pidie sekaligus mendukung kemajuan literasi di Kabupaten Pidie.(*)

(Arju Na Fahlefi)

Share :

Baca Juga

News

Plt. Kadisdik Aceh Hadiri Rapat Percepatan Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana

Aceh

Mursyidah, Pengurus IGI Aceh, Pimpin Program Trauma Healing untuk Anak-Anak Terdampak Bencana

News

Plt. Kadisdik Aceh Apresiasi Aksi Konservasi Penyu SMA Negeri 1 Lhoknga: 79 Tukik Penyu Dilepaskan

Pendidikan

Kadisdik Aceh: Penggantian Ijazah dan Transkrip Nilai Korban Banjir dan Longsor Gratis!

News

Ketua TP PKK Aceh Tinjau Pembersihan Sekolah Pascabanjir Aceh Tamiang, Siswa SLB Pembina Ditargetkan Masuk Sekolah 19 Januari

Pendidikan

Disdik Aceh Gelar Try Out UTBK-SNBT untuk Tingkatkan Daya Saing Siswa, Siapkan Generasi Unggul Menuju PTN Favorit

News

USK–SMK Perkuat Sinergi, BLUD Didorong Jadi Sumber Pendapatan Pendidikan

Aceh

Festival Islami Semarakkan HUT ke-19 Pidie Jaya, Ratusan Peserta Ambil Bagian dalam Beragam Perlombaan