Breaking News

Home / News / Pendidikan

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:55 WIB

USK–SMK Perkuat Sinergi, BLUD Didorong Jadi Sumber Pendapatan Pendidikan

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin saat menyampaikan sambutan pada kegiatan MoU antara PT Global Mandiri USK dengan BLUD SMKN 1, SMKN 2, dan SMKN 3 Banda Aceh, di Aula SMKN 3 Banda Aceh, Selasa (27/01/2026).

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin saat menyampaikan sambutan pada kegiatan MoU antara PT Global Mandiri USK dengan BLUD SMKN 1, SMKN 2, dan SMKN 3 Banda Aceh, di Aula SMKN 3 Banda Aceh, Selasa (27/01/2026).

Banda Aceh – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Marwan, menegaskan komitmen USK untuk memperkuat kolaborasi dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka meningkatkan pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di lingkungan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Prof. Marwan pada penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Global Mandiri USK dengan BLUD SMKN 1, SMKN 2, dan SMKN 3 Banda Aceh, yang berlangsung di Aula SMKN 3 Banda Aceh, Selasa (27/01/2026).

Menurutnya, pengelolaan BLUD di SMK memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara profesional sehingga mampu menghasilkan pendapatan berkelanjutan. Pendapatan tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk peningkatan mutu pembelajaran serta kesejahteraan warga sekolah.

“BLUD ini berkaitan langsung dengan pengelolaan aset agar dapat memberikan pendapatan bagi SMK. Jika dikelola dengan baik, hasilnya bisa dikembalikan untuk peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Baca Juga:  Kak Na Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Istri Tgk Anwar Ramli

Prof. Marwan juga berbagi pengalaman USK yang sebelumnya berstatus BLUD dan kini telah mengembangkan unit bisnis murni melalui perusahaan universitas.

Ia menilai tantangan utama dalam pengelolaan bisnis pendidikan terletak pada perubahan pola pikir, dari sekadar menjalankan operasional rutin menjadi mengoptimalkan aset agar memberikan nilai tambah bagi institusi.

“Sering kali aset sudah tersedia dan fasilitas sudah memadai, namun belum dimaksimalkan untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar bagi institusi,” ungkapnya.

Sebagai contoh, ia memaparkan keberhasilan salah satu unit usaha USK yang dikelola melalui perusahaan universitas. Dengan modal awal yang relatif kecil, unit usaha tersebut mampu menghasilkan keuntungan signifikan dalam kurun waktu satu tahun.

Keuntungan tersebut kemudian dibagi secara proporsional antara institusi dan pengelola sebagai bentuk apresiasi dan motivasi kinerja.

Baca Juga:  Wagub Aceh Tinjau Jalan IJD PUPR di Kembang Tanjong, Dorong Penyempurnaan Infrastruktur

Ia berharap pengalaman USK tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi SMK dalam mengelola BLUD secara lebih efisien dan profesional.

“Intinya, kita sama-sama belajar dan membesarkan institusi melalui pengelolaan bisnis pendidikan yang sehat dan berkelanjutan,” tutupnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP, berharap kerja sama melalui MoU ini dapat mendorong tumbuhnya mental kewirausahaan di kalangan aparatur pendidikan.

Menurutnya, banyak sekolah memiliki potensi besar untuk berkembang, namun belum optimal karena kurang berani membaca peluang pasar dan mengelola potensi secara profesional.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Bisnis dan Dana Lestari USK, Dr. Syaifullah Muhammad, serta Direktur Utama PT Global Mandiri USK, Rizalsyah.(**)

Share :

Baca Juga

News

Pemko Banda Aceh Hadirkan “Sidarling”, Permudah Urus Akta Kematian dalam Satu Jam

Agama

Kadis Syariat Islam Aceh Pimpin Rapat Bahas Kasus Misionaris di Gayo Lues

Aceh

Gubernur Aceh perpanjang Ketiga Status Tanggap Darurat Bencana Hingga 22 Januari 2026

Aceh

Wagub Aceh dan Mendagri Cek Kesiapan Kunjungan Presiden, Shalat Idul Fitri Direncanakan di Aceh Tamiang

Banda Aceh

Unmuha Gandeng Lembaga Wali Nanggroe, Perkuat Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal!

Headline

PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani

Aceh

Dinas Pendidikan Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di 18 Kabupaten/Kota

Aceh

Diskominfosan Aceh Raih Penghargaan Informatif dari Komisi Informasi Aceh