JAKARTA – Nusaone.co.id | Ustadz Abdul Somad (UAS), Lc., MA bersilaturahmi dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Jakarta, Kamis (23/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, UAS didampingi Ketua Umum Gemira Aceh, Nazaruddin Yahya, Lc., untuk membahas perkembangan kehidupan beragama serta memperkuat sinergi antara ulama dan umara.
Silaturahmi yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi momentum mempererat komunikasi antara tokoh agama dan pimpinan lembaga negara. Pertemuan berlangsung lebih dari tiga jam dengan berbagai pembahasan mengenai isu-isu kebangsaan dan keagamaan.
Dalam pertemuan tersebut, UAS menekankan pentingnya menjaga persatuan umat melalui dakwah yang menyejukkan. Menurutnya, ulama memiliki peran strategis dalam mendampingi kebijakan yang berpihak kepada kepentingan umat sekaligus memperkuat nilai-nilai persaudaraan.
“Alhamdulillah bisa bersilaturahmi dengan Bapak Ketua MPR. Kami berdiskusi tentang bagaimana menjaga kerukunan umat, menguatkan dakwah yang sejuk, serta peran ulama dalam mendampingi kebijakan yang berpihak kepada kepentingan umat. Silaturahmi ini adalah ikhtiar memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah,” ujar Ustadz Abdul Somad.
Sementara itu, Ketua Umum Gemira Aceh, Nazaruddin Yahya, mengatakan komunikasi yang harmonis antara ulama dan pimpinan lembaga negara harus terus dibangun agar aspirasi masyarakat, khususnya di bidang keagamaan dan pendidikan, dapat menjadi bagian dari kebijakan nasional.
“Gemira Aceh memandang pertemuan ini sebagai langkah nyata membangun sinergi. Kami ingin memastikan aspirasi umat, khususnya terkait pembinaan keagamaan, pendidikan, dan moderasi beragama, dapat terus menjadi bagian dari kebijakan kebangsaan,” kata Nazaruddin Yahya.
Selain membahas penguatan pembinaan umat, pertemuan juga menyoroti pentingnya meningkatkan literasi kebangsaan yang berlandaskan nilai-nilai agama serta memperkuat moderasi beragama sebagai upaya menjaga keharmonisan masyarakat Indonesia yang majemuk.
Di akhir pertemuan, UAS, Ahmad Muzani, dan Nazaruddin Yahya sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan memperkuat kolaborasi melalui berbagai program yang mendukung pembinaan umat, penguatan moderasi beragama, serta literasi kebangsaan.
Silaturahmi ditutup dengan doa bersama untuk memohon kerukunan umat, keselamatan bangsa, dan keberkahan bagi para pemimpin Indonesia, sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan kehidupan beragama yang harmonis. (*)




















