Breaking News

Home / Aceh / News / Pendidikan

Senin, 5 Januari 2026 - 17:42 WIB

Siswa SMA Negeri 1 Matangkuli Kembali ke Sekolah dengan Tradisi Peusijuek Pasca Banjir

Prosesi peusijuek berlangsung khidmat dengan dzikir, shalawat, dan doa yang dipimpin oleh Tgk. H. Ismail Ishak, Ketua Komite SMA Negeri 1 Matangkuli.
 Khairuddin, S.Pd., M.Pd., bersyukur karena sekolah dapat kembali beroperasi meskipun dalam kondisi terbatas, senin (05/01/2026).

Prosesi peusijuek berlangsung khidmat dengan dzikir, shalawat, dan doa yang dipimpin oleh Tgk. H. Ismail Ishak, Ketua Komite SMA Negeri 1 Matangkuli. Khairuddin, S.Pd., M.Pd., bersyukur karena sekolah dapat kembali beroperasi meskipun dalam kondisi terbatas, senin (05/01/2026).

Aceh Utara – SMA Negeri 1 Matangkuli, Aceh Utara, memulai kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka pada Senin (5/1/2026) setelah sempat terhenti akibat banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada November 2025 lalu.

Sebagai ungkapan rasa syukur dan doa untuk kelancaran proses pembelajaran pascabencana, seluruh warga sekolah melaksanakan tradisi peusijuek di hari pertama sekolah Semester II Tahun Pelajaran 2025–2026.

Antusiasme siswa terlihat dari tingkat kehadiran yang mencapai 94 persen dari total 565 siswa, sementara guru dan tenaga kependidikan hadir 100 persen.

Baca Juga:  Praduga Tak Bersalah dan Keadilan bagi Ajudan Ketua DPRA

Hal ini menunjukkan semangat kebersamaan dan tekad untuk bangkit di tengah keterbatasan.

Prosesi peusijuek berlangsung khidmat dengan dzikir, shalawat, dan doa yang dipimpin oleh Tgk. H. Ismail Ishak, Ketua Komite SMA Negeri 1 Matangkuli.

Dalam tausiahnya, Tgk. Ismail menekankan pentingnya ridha dan ikhlas dalam menghadapi musibah.

Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli, Khairuddin, S.Pd., M.Pd., bersyukur karena sekolah dapat kembali beroperasi meskipun dalam kondisi terbatas.

Ia menjelaskan bahwa meskipun seluruh ruang kelas sudah dapat digunakan, beberapa di antaranya belum memiliki fasilitas belajar yang memadai.

Baca Juga:  Mendikdasmen RI Akan Jadi Pembina Upacara di Aceh Tamiang pada Hari Pertama Sekolah

“Sejumlah kelas terpaksa melaksanakan pembelajaran di lantai karena kursi dan meja rusak akibat terendam banjir,” jelas Khairuddin.

Semangat siswa untuk kembali belajar tetap tinggi, meskipun ada yang hadir tanpa seragam lengkap atau menggunakan sandal karena sepatu mereka rusak atau hilang akibat banjir.

Khairuddin mengajak seluruh warga sekolah untuk terus bersyukur dan saling menguatkan, serta menyadari bahwa masih banyak sekolah lain yang belum dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar akibat kerusakan yang lebih parah.(**)

Share :

Baca Juga

Aceh besar

Syech Muharram Tunjuk Yusmadi sebagai Plt Dirut PDAM Tirta Mountala

Aceh

Masyarakat Mulai Padati Halaman RRI Banda Aceh untuk Nobar Final Piala Dunia 2026

Aceh

Mukarramah Fadhlullah Ajak Kader PKK Optimalkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Aceh

Gubernur Aceh Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Transformasi Digital dalam RUPS Bank Aceh Syariah

Aceh

Kadis Syariat Islam Aceh Dampingi Sekda Aceh dalam Audiensi dengan KPI Aceh

News

Wakapolda Aceh Hadiri Peringatan Isra Mikraj di Masjid Raya Baiturrahman

Aceh

Ketua Komisi VII DPRA: Jangan Manfaatkan Bencana untuk Rampas Kuota Haji Aceh

Aceh

Sampaikan LKPJ 2025, Mualem Dorong Pembangunan Berkelanjutan