Nusaone.co.id | Idi Rayeuk – Harapan yang telah lama direncanakan akhirnya terwujud. Para alumni Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Wilayah Idi Rayeuk menggelar kegiatan silaturahmi dan temu kangen bersama para mantan guru, Jumat (29/5/2026), di salah satu tempat berkumpul di Idi Rayeuk, Aceh Timur.
Kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu dihadiri sejumlah mantan pendidik yang pernah mengajar para alumni pada masanya. Suasana pertemuan berlangsung hangat, penuh keakraban, serta dihiasi rasa haru dari para peserta yang kembali bertemu setelah puluhan tahun berpisah.
“Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena atas rahmat dan karunia-Nya lah kita semua dapat berkumpul kembali di tempat ini,” ujar salah seorang perwakilan alumni dalam sambutannya.
Beberapa sosok guru yang hadir di antaranya Bapak Usirsa, Ibu Darwati, dan sejumlah tenaga pendidik lainnya yang masih memiliki hubungan emosional erat dengan para mantan siswa. Selain para guru, kegiatan juga dihadiri alumni dari berbagai angkatan yang kini telah menjalani beragam profesi dan kehidupan masing-masing.
Dalam sambutannya, perwakilan alumni menyampaikan rasa syukur karena setelah sekian lama berpisah, seluruh pihak masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul kembali dalam suasana kekeluargaan.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para guru karena tidak mampu mengingat seluruh nama dan wajah pendidik yang pernah mengajar semasa sekolah. Menurutnya, hal itu disebabkan masa pendidikannya di jenjang SMP berlangsung sangat singkat, hanya sekitar satu caturwulan sebelum pindah ke daerah Bandar.
Meski singkat, ia mengaku tetap menyimpan kenangan mendalam terhadap almarhumah Ibu Resmi Atika yang dikenangnya sebagai sosok guru penuh dedikasi, sabar, dan berjasa besar dalam membimbing siswa pada masa itu.
Pertemuan tersebut sejatinya telah direncanakan sejak Hari Raya Idulfitri lalu. Namun pelaksanaannya sempat tertunda karena wilayah Idi Rayeuk baru saja dilanda bencana alam. Para penggagas kegiatan menilai belum tepat mengadakan acara kebersamaan di tengah kondisi masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Selain faktor bencana, penjadwalan kegiatan juga beberapa kali tertunda akibat kesibukan pengurus dan panitia, termasuk urusan dinas serta proses kenaikan pangkat yang mengharuskan perjalanan ke Jakarta. Setelah kondisi daerah membaik dan seluruh urusan selesai, kegiatan akhirnya dapat dilaksanakan.
Menariknya, ide mempertemukan kembali para alumni dan guru tersebut berawal dari kunjungan sederhana ke kediaman salah satu mantan guru, Ibu Murni. Dari pertemuan itulah muncul keinginan untuk kembali menjalin hubungan silaturahmi sekaligus memberikan penghormatan kepada para pendidik yang pernah berjasa dalam kehidupan mereka.
Para alumni berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Mereka berkeinginan agar silaturahmi dan temu kangen bersama guru dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pendidik sekaligus mempererat hubungan persaudaraan antarsesama alumni.(*)
Penulis : T. Zainal




















