Breaking News

Home / Aceh Pidie jaya

Kamis, 24 September 2026 - 13:01 WIB

Warga Mayang Bersatu, Bersihkan Irigasi Pascabanjir Jelang Musim Tanam

PIDIE JAYA | Nisaone.co.id  — Harapan untuk kembali melihat sawah teraliri air mulai tumbuh di Kemukiman Mayang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis 24 September 2026. Menyusul arahan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, MA., S.Sos., M.E., melalui Dinas Pertanian, masyarakat bersama pemerintah bergerak mempercepat pemulihan saluran irigasi yang terdampak banjir hidrometeorologi.

Plt Kepala Dinas Pertanian Pidie Jaya, Muhammad Nur, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa pembersihan saluran irigasi menjadi langkah penting untuk memulihkan sektor pertanian setelah banjir. Menurutnya, saluran yang kembali lancar akan membantu memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat, terutama menjelang musim tanam.

“Pembersihan ini kita dorong agar saluran irigasi kembali berfungsi dengan baik. Kita berharap dengan adanya gotong royong masyarakat dan dukungan semua pihak, hambatan akibat material banjir dapat segera diatasi,” ujar Muhammad Nur.

Semangat itu kemudian diwujudkan warga melalui gotong royong di saluran irigasi Bak Abah Lueng Peuek Ie U Blang, kawasan Leubok. Warga turun langsung membersihkan material yang terbawa arus banjir, mulai dari lumpur, tanah hingga endapan yang membuat saluran mengalami pendangkalan dan mengganggu aliran air menuju persawahan.

Baca Juga:  Kuala Meureudu, Antara Harapan dan Penantian

Gotong royong tersebut melibatkan masyarakat Gampong Blang Awe, Gampong Mayang Lancok dan Gampong Rungkom. Dengan tenaga dan peralatan yang tersedia, warga bekerja bersama membersihkan bagian saluran yang tertutup material banjir, demi mengembalikan jalur air yang menjadi salah satu urat nadi pertanian masyarakat.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan Kepala Mukim Mayang, Muhammad Daud Yahya. Ia bersama masyarakat mendorong pembersihan dilakukan secara bertahap agar seluruh bagian saluran yang terdampak dapat ditangani. Kebersamaan warga menjadi kekuatan tersendiri dalam mempercepat proses pemulihan pascabanjir.

Tidak hanya warga dari tiga gampong tersebut, masyarakat Gampong Mayang Cut, Beurawang, Gampong Meunasah Lhok dan sejumlah gampong di sekitarnya juga akan melanjutkan pembersihan pada hari berikutnya. Langkah itu diharapkan membuat saluran semakin bersih sehingga air dapat kembali mengalir menuju lahan pertanian tanpa hambatan berarti.

Baca Juga:  Bupati Pidie Jaya Lepas Taruna Akmil, Siap Perkuat Pendidikan Karakter di Sekolah Rakyat

Pembersihan menjadi semakin penting karena para petani direncanakan sudah dapat turun ke sawah pada November 2026 untuk melakukan kegiatan bercocok tanam. Kesiapan irigasi menjadi bagian penting dalam menyambut musim tanam, sebab air yang mengalir lancar merupakan salah satu harapan petani agar lahan mereka dapat kembali produktif.

Di tengah bekas-bekas banjir yang masih tersisa, gotong royong warga Mayang menghadirkan cerita tentang kebersamaan dan harapan. Setiap material yang diangkat seolah membuka kembali jalan bagi air untuk menghidupi sawah. Dengan dukungan masyarakat, Kepala Mukim Mayang dan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, saluran irigasi diharapkan segera pulih, membawa air kembali ke persawahan dan menyambut musim tanam November dengan harapan baru.

Share :

Baca Juga

Aceh Pidie jaya

Warga Sarah Mane Krisis Air Bersih Pasca Banjir, Keuchik Minta Bantuan Segera

Aceh Pidie jaya

Bupati Pidie Jaya Kukuhkan Paskibraka 2026

Aceh Pidie jaya

Bupati Pidie Jaya Serahkan Bantuan Masa Panik bagi Korban Kebakaran Dayah di Bandar Dua

Aceh Pidie jaya

Musda FPRB Pidie Jaya Segera Digelar, Dua Kandidat Siap Perebutkan Kursi Ketua

Aceh Pidie jaya

Pemkab Pidie Jaya Salurkan Benih Jagung, Harapan Petani Kian Tumbuh

Aceh Pidie jaya

Grup Zikir Iskandar Muda Kuta Batee Terus Lestarikan Likee di Pidie Jaya

Aceh Pidie jaya

Taqwaddin Lantik Munawar Ibrahim, Titip Asa untuk Pidie Jaya

Aceh Pidie jaya

Muhammad Nur Ucapkan Selamat, Dr. Munawar Ibrahim Nahkodai ICMI Pidie Jaya