PIDIE JAYA – Nusaone.co.id | Ketua BMU Pidie Jaya, Tgk. H. Sibral Malasyi, mengatakan perhatian terhadap mualaf tidak boleh berhenti hanya ketika seseorang mengucapkan syahadat dan memeluk Islam. Menurutnya, mualaf juga membutuhkan pendampingan serta kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.
“Mualaf adalah saudara kita. Karena itu, mereka harus dirangkul, didampingi dan dibantu agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ujarnya.
Kepedulian terhadap mualaf kembali diwujudkan melalui pembangunan rumah bagi Beni Marhanes, seorang mualaf di Gampong Ring Krueng, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Peletakan batu pertama dilakukan Ketua BMU Pusat Tgk. Muhammad Yusuf atau yang akrab disapa Abiya Jeunib bersama Ketua BMU Pidie Jaya yang juga Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos., ME.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian Barisan Muda Umat (BMU) terhadap saudara seiman yang membutuhkan dukungan untuk menjalani kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.
Pembangunan rumah bagi Beni Marhanes diharapkan menjadi salah satu bentuk kepedulian umat yang hadir secara langsung dan memberikan manfaat nyata bagi penerimanya.
Ketua BMU Pusat Abiya Jeunib turut menegaskan pentingnya kebersamaan dalam membantu sesama, khususnya mereka yang telah memilih Islam dan membutuhkan dukungan untuk melanjutkan kehidupan dengan penuh keyakinan.
BMU Pusat bersama BMU Pidie Jaya berkomitmen melanjutkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai perjuangan almarhum Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab (Tu Sop) dalam merangkul, membina serta memperkuat kehidupan umat.
Pembangunan rumah ini juga menjadi bagian dari semangat BMU untuk menghadirkan dakwah yang tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi diwujudkan melalui aksi sosial dan kepedulian terhadap masyarakat.
Keberadaan rumah tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi Beni Marhanes sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan mualaf di tengah masyarakat. (Prokopim)




















