PIDIE JAYA – Nusaone.co.id | Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., ME., mendorong percepatan pemulihan lahan pertanian yang terdampak banjir hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya. Upaya tersebut dilakukan untuk mengembalikan produktivitas pertanian sekaligus memulihkan perekonomian masyarakat yang terdampak bencana.
Bupati Pidie Jaya melalui Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya, Muhammad Nur, SP., M.Si., menyampaikan bahwa sektor pertanian membutuhkan penanganan serius. Banjir menyebabkan kerusakan jaringan irigasi serta meninggalkan endapan lumpur di sejumlah lahan persawahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Oriza Safitri serta sejumlah kepala OPD mendampingi tim pemerintah pusat meninjau lokasi terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (8/8/2026). Dalam kunjungan itu turut hadir Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas Menko Pangan RI, Dr. Prayudi Syamsuri, S.P., M.Si.
Tim pemerintah pusat meninjau secara langsung sejumlah lokasi terdampak, mulai dari hunian sementara (huntara), lahan pertanian, tambak dan kolam masyarakat, pasar, UMKM hingga potensi ekonomi kreatif. Rombongan sekitar 20 orang tersebut melibatkan unsur Kemenko Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perdagangan serta Kementerian Ekonomi Kreatif.
Muhammad Nur menjelaskan, endapan lumpur yang menutupi lahan pertanian harus segera ditangani agar petani dapat kembali mengolah sawah. Selain pembersihan lahan, perbaikan jaringan irigasi juga menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian di daerah tersebut.
Pemkab Pidie Jaya mendorong kajian cepat dan pemetaan terhadap seluruh lahan pertanian yang terdampak banjir. Langkah itu dilakukan untuk menentukan lahan yang masih dapat direhabilitasi menjadi areal persawahan, sementara lahan yang tidak memungkinkan akan dikaji untuk alternatif pemanfaatan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Untuk mendukung percepatan pemulihan, Pemkab Pidie Jaya mengusulkan dukungan sekitar Rp150 miliar untuk rehabilitasi dan pencetakan lahan pertanian. Pemkab juga meminta tambahan alat berat karena satu unit ekskavator yang telah diberikan pemerintah pusat dinilai belum mencukupi untuk mempercepat penanganan endapan lumpur di sejumlah lokasi.
Selain sektor pertanian, pemulihan sektor kelautan dan perikanan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Rehabilitasi tambak dan kolam serta bantuan sarana produksi seperti benih dan pakan diharapkan dapat membantu nelayan dan pembudidaya ikan kembali menjalankan aktivitas usaha dan memperoleh penghasilan.
Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi menegaskan pemulihan pascabanjir tidak hanya sebatas membersihkan lahan dan memperbaiki infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak dapat kembali berproduksi dan mendapatkan penghasilan. Pemkab Pidie Jaya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, dunia usaha dan berbagai pihak terkait guna mempercepat rehabilitasi lahan serta pemulihan ekonomi masyarakat.




















