PIDIE JAYA – Nusaone.co.id | Muhammad Haykal, S.Kom resmi terpilih sebagai Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Pidie Jaya periode 2026–2031 setelah meraih kemenangan telak dalam Musyawarah Daerah (Musda) II yang digelar di Aula Kementerian Agama Kabupaten Pidie Jaya, Cot Trieng, Selasa (5/8/2026).
Musda II dihadiri Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E., bersama unsur Forkopimda, Kejaksaan Negeri, Polri, BPBD, Bank Aceh Syariah, Bank Syariah Indonesia (BSI), organisasi masyarakat, akademisi, relawan kebencanaan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Ketua panitia menjelaskan bahwa peserta Musda berasal dari organisasi, instansi, lembaga, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, dan unsur masyarakat yang telah mendaftarkan diri sebagai anggota FPRB. Seluruh peserta ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pidie Jaya Nomor 7 Tahun 2026.
Dari 57 peserta yang memiliki hak mengikuti Musda, sebanyak 50 orang hadir, sedangkan tujuh peserta lainnya berhalangan hadir. Pemilihan ketua dilakukan secara demokratis dengan dua kandidat, yakni Muhammad Haykal, S.Kom dan Samsul Bahri, S.E.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, Muhammad Haykal memperoleh 46 suara, sedangkan Samsul Bahri memperoleh dua suara. Dari total 49 surat suara yang masuk, sebanyak 48 suara dinyatakan sah dan satu suara dinyatakan tidak sah, sehingga Muhammad Haykal ditetapkan sebagai Ketua FPRB Pidie Jaya periode 2026–2031.
Sebelum pemungutan suara berlangsung, panitia menyampaikan tata tertib dan mekanisme pemilihan kepada seluruh peserta. Setiap peserta diminta menuliskan nama calon pilihannya pada kertas suara yang telah disediakan, kemudian memasukkannya ke dalam kotak suara untuk dihitung secara terbuka.
Panitia juga menegaskan bahwa pelaksanaan pemilihan dilakukan secara independen tanpa keberpihakan kepada salah satu calon. Seluruh tahapan dirancang agar berjalan transparan, tertib, dan sesuai kesepakatan bersama peserta Musda.
Selain memilih ketua baru, Musda II turut mengevaluasi kepengurusan sebelumnya dan membahas penguatan administrasi organisasi. Kepengurusan yang baru nantinya diharapkan segera menyusun program kerja, melengkapi administrasi kelembagaan, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Terpilihnya Muhammad Haykal diharapkan menjadi awal penguatan peran FPRB Kabupaten Pidie Jaya sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, mendukung penanggulangan bencana, serta mewujudkan daerah yang lebih tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.




















