Breaking News

Home / Jakarta

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:59 WIB

Seminar Nasional DEM Aceh Soroti Masa Depan Blok Andaman dan Kepastian Investasi

JAKARTA – Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Aceh menggelar Seminar Nasional Peugah Haba Energi bertajuk “Membangun Kesepahaman di Tengah Polemik Pengembangan Blok Andaman” di Waroeng Aceh Garuda, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu malam (25/7/2026). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid itu diikuti lebih dari 170 peserta dari kalangan regulator, akademisi, praktisi, mahasiswa, dan masyarakat.

Seminar menghadirkan Kepala SKK Migas, Dr. Ir. Djoko Siswanto, MBA, Ketua Indonesia Center for Renewable Energy Studies (ICRES), Dr. Ir. Surya Darma, MBA, serta Founder DEM Aceh sekaligus Aktivis Energi, Didi Supriadi, ST. Acara dibuka Presiden DEM Aceh, Faizar Rianda, dan dipandu Ketua Umum Masyarakat Ketahanan Energi Indonesia (MKEI), Awaf Wirajaya, ST., M.Han.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk membangun kesepahaman di tengah polemik pengembangan Blok Andaman, khususnya terkait pembahasan Plan of Development (PoD) Tahap I. Diskusi mempertemukan pandangan regulator, akademisi, praktisi, dan generasi muda guna merumuskan langkah strategis agar proyek tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi Aceh dan Indonesia.

Baca Juga:  Wagub Aceh Dorong Penyelesaian Status Wakaf Blangpadang Bersama BWI Pusat

Dalam sambutannya, Presiden DEM Aceh, Faizar Rianda, menegaskan bahwa DEM Aceh mendukung pengembangan Blok Andaman sebagai Proyek Strategis Nasional. Menurutnya, pengembangan tersebut harus menghadirkan nilai tambah melalui pembangunan industri hilir berbasis gas tanpa menghambat percepatan investasi yang sedang berjalan.

Faizar menilai perdebatan mengenai skema pengembangan, baik menggunakan Floating Production, Storage and Offloading (FPSO), Onshore Processing Facility (OPF), maupun skema hybrid harus didasarkan pada kajian teknis, potensi lapangan, karakteristik laut dalam, dan aspek keekonomian proyek. Ia juga menegaskan PoD yang telah ditetapkan perlu segera direalisasikan agar kepercayaan investor tetap terjaga.

Sementara itu, Kepala SKK Migas, Dr. Ir. Djoko Siswanto, MBA, menjelaskan arah pengembangan sektor hulu migas nasional, tantangan investasi, serta pentingnya menjaga kepastian investasi agar proyek-proyek strategis nasional dapat berjalan sesuai target. Ia menilai pengembangan Blok Andaman harus segera direalisasikan.

Ketua ICRES, Dr. Ir. Surya Darma, MBA, mengatakan pengalaman pengembangan Blok Masela yang memerlukan waktu hampir 26 tahun harus menjadi pelajaran agar Indonesia tidak mengulangi keterlambatan serupa di Blok Andaman. Menurutnya, gas Andaman merupakan aset strategis yang mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjadi jembatan menuju transisi energi yang lebih hijau.

Baca Juga:  Bertumbuh Bersama Pelanggan, Access by KAI Hadirkan Pengalaman Pemesanan yang Semakin Praktis

Founder DEM Aceh, Didi Supriadi, ST, menegaskan PoD Tahap I bukanlah garis akhir pengembangan Blok Andaman, melainkan titik awal menuju pembangunan industri energi jangka panjang. Ia berharap Aceh tidak hanya menjadi daerah penghasil gas, tetapi juga berkembang menjadi pusat industri berbasis gas yang mampu menciptakan nilai tambah, menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Sebagai tindak lanjut seminar, DEM Aceh merumuskan lima rekomendasi strategis, yaitu mengalokasikan sebagian produksi gas Blok Andaman untuk industri di KEK Arun, menyusun skema harga gas yang kompetitif, menyiapkan Master Plan Industrialisasi Blok Andaman–KEK Arun, membentuk forum koordinasi lintas pemangku kepentingan, serta mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia Aceh melalui pendidikan vokasi, sertifikasi, dan pelatihan guna mendukung pengembangan industri migas dan petrokimia di masa depan.(**)

Share :

Baca Juga

Jakarta

Kawal Mediasi Ketiga PT Amos Indah Indonesia, Desak Disnaker Keluarkan Anjuran yang Berpihak kepada Buruh

Jakarta

Fadhlullah Terima Trofi Juara Utama Anugerah Adinata Syariah 2026

Jakarta

Libur Idul Adha, Star Boy Priuk Management Pilih Healing ke Lembang

Berita

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Tanggal 28 Mei 2026

Jakarta

HUT ke-14 IWO Jadi Momentum Memperkuat Jurnalisme Berkualitas

Headline

Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%, Sinyal Positif bagi Ekonomi Indonesia

Jakarta

Wagub Aceh Dorong Penyelesaian Status Wakaf Blangpadang Bersama BWI Pusat

Jakarta

Dana Pendidikan Dipertanyakan, 326 Kepala Sekolah Mundur Massal