PIDIE JAYA – Nusaone.co.id | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya resmi membuka pendaftaran calon Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Pidie Jaya periode 2026–2031. Pendaftaran berlangsung mulai 22 hingga 26 Juli 2026, sementara Musyawarah Daerah (Musda) dijadwalkan digelar pada 5 Agustus 2026.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pidie Jaya, Okta Handipa, mengatakan proses penjaringan calon ketua dilakukan secara terbuka untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap isu kebencanaan agar ikut berkontribusi dalam memperkuat organisasi.
Menurut Okta, FPRB membutuhkan figur pemimpin yang mampu membangun kolaborasi lintas sektor, memiliki pengalaman organisasi, serta berkomitmen meningkatkan kapasitas masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Ia menegaskan, kepemimpinan FPRB memiliki peran penting dalam menyinergikan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, organisasi masyarakat, hingga relawan kebencanaan dalam mendukung penanggulangan bencana di Kabupaten Pidie Jaya.
Adapun persyaratan bagi calon Ketua FPRB meliputi berdomisili di Kabupaten Pidie Jaya, berpendidikan minimal sarjana (S-1), memiliki pengalaman di bidang organisasi, sosial kemasyarakatan, kemanusiaan atau kebencanaan, serta bersedia mengabdikan diri secara sukarela untuk kemajuan organisasi.
Selain memenuhi persyaratan tersebut, setiap bakal calon diwajibkan melampirkan fotokopi KTP, ijazah terakhir, pasfoto terbaru, daftar riwayat hidup, surat pernyataan kesediaan menjadi calon ketua, serta menyampaikan visi dan misi kepemimpinan FPRB periode 2026–2031.
Musda FPRB yang akan berlangsung pada 5 Agustus 2026 menjadi forum tertinggi organisasi untuk memilih ketua baru sekaligus menyusun arah kebijakan FPRB dalam mendukung program pengurangan risiko bencana di Kabupaten Pidie Jaya.
BPBD Pidie Jaya berharap proses pemilihan berlangsung secara demokratis, transparan, dan mampu melahirkan pemimpin yang memiliki integritas, kapasitas, serta semangat kolaborasi dalam membangun ketangguhan daerah.
Melalui kepengurusan baru hasil Musda, FPRB Pidie Jaya diharapkan semakin aktif memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan sehingga upaya pengurangan risiko bencana dapat berjalan lebih efektif dan masyarakat semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana.




















