PIDIE JAYA – Nusaone.co.id | Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mengawali gerakan penguatan syiar Islam melalui tepung tawar dan pengajian rutin bulanan perdana yang digelar di Masjid Al-Istiqamah, Gampong Rhieng Blang, Kecamatan Meureudu, Jumat (11/9/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, menjadi momentum untuk kembali memakmurkan masjid melalui kegiatan keagamaan yang memberi manfaat langsung bagi umat.

Exif_JPEG_420
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, MA, S.Sos, ME, unsur Forkopimda dan Muspika, pimpinan lembaga vertikal, Ketua DPRK yang mewakili, Kejaksaan Negeri yang mewakili, Ketua Mahkamah Syar’iyah, Ketua MPU, Camat Meureudu Syukrimiadi, S.Sos, MM, para kepala mukim, Keuchik, perangkat gampong, alim ulama, tokoh masyarakat serta jamaah.
Program pengajian rutin ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk menghidupkan kembali syiar Islam di masjid-masjid. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung secara berkala setiap bulan dan terbuka untuk masyarakat umum, sehingga menjadi ruang bersama untuk menuntut ilmu, memperkuat ukhuwah Islamiyah serta mempererat silaturahmi antara pemerintah, ulama dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Sibral Malasyi mengajak seluruh elemen daerah untuk memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Menurutnya, penguatan kehidupan keagamaan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan kebersamaan ulama, TNI-Polri, aparatur pemerintahan, tokoh masyarakat, para Keuchik, perangkat gampong dan seluruh lapisan masyarakat.
Bupati menegaskan, nilai-nilai Islam harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari keluarga, lingkungan sosial hingga pembentukan karakter generasi muda. Pembangunan daerah, katanya, akan semakin kuat apabila kemajuan fisik berjalan seiring dengan peningkatan iman, ilmu dan akhlak masyarakat.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terlaksana secara istiqamah di seluruh delapan kecamatan dalam Kabupaten Pidie Jaya. Masjid, menurut Bupati, harus terus dihidupkan dengan ibadah dan majelis ilmu, sehingga tidak hanya menjadi tempat melaksanakan salat, tetapi juga pusat pembinaan umat, pendidikan keagamaan dan silaturahmi.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama membantu pemerintah dalam menghadapi dan memulihkan kondisi Pidie Jaya pascabencana yang terjadi pada akhir 2025. Dukungan masyarakat, ulama, TNI-Polri, ASN dan berbagai elemen lainnya dinilai menjadi kekuatan penting dalam melewati masa sulit serta melanjutkan pembangunan daerah.
Sementara itu, Abati Tarmizi Yuddon dalam tausiah perdana menyampaikan materi tentang pentingnya ilmu bagi kehidupan dan pembentukan kepribadian seorang Muslim. Ia menekankan bahwa setiap Muslim wajib mempelajari ilmu agama yang berkaitan dengan kewajiban dasar atau fardu ain, sehingga kewajiban agama dapat dijalankan berdasarkan pengetahuan yang benar.
Menurut Abati Tarmizi, ilmu merupakan cahaya yang membimbing manusia dalam menjalani kehidupan. Tanpa ilmu, seseorang akan kesulitan memahami perkara yang wajib, sunnah maupun hal-hal yang dilarang dalam agama. Karena itu, umat Islam harus terus belajar dan menjadikan majelis ilmu sebagai tempat untuk memperbaiki diri serta memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam.
Ia juga mengingatkan jamaah mengenai keutamaan orang beriman dan berilmu. Allah SWT, kata dia, menjanjikan peningkatan derajat bagi orang-orang yang beriman dan diberikan ilmu. Para ulama pun memiliki kedudukan mulia karena ilmu yang dimiliki dapat menjadi penerang dan petunjuk bagi umat dalam menjalani kehidupan.
“Ilmu sangat penting bagi kita. Kalau tidak ada ilmu, ibarat pohon yang tidak memiliki buah,” pesan Abati Tarmizi kepada jamaah. Ia mengajak masyarakat untuk terus menghadiri majelis ilmu dan tidak pernah merasa cukup dengan pengetahuan agama yang telah dimiliki.
Camat Meureudu Syukrimiadi, S.Sos, MM turut menyampaikan harapan agar pengajian rutin tersebut dapat berjalan istiqamah dan mendapat keberkahan dari Allah SWT. Ia berharap kegiatan itu tidak berhenti sebagai agenda bulanan semata, tetapi mampu meningkatkan ilmu agama, mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat masyarakat untuk bersama-sama memakmurkan masjid. “Semoga pengajian ini terus berlanjut, mendapat dukungan dari seluruh masyarakat dan menjadi wadah bagi kita bersama untuk menambah ilmu agama serta memperkuat ukhuwah Islamiyah,” harapnya.
Dengan digelarnya tepung tawar dan pengajian rutin bulanan perdana tersebut, semangat menghidupkan syiar Islam di Pidie Jaya diharapkan semakin tumbuh. Dari Masjid Al-Istiqamah, gerakan menuntut ilmu dan memakmurkan masjid diharapkan terus bergema ke seluruh penjuru Pidie Jaya, menjadi ikhtiar bersama dalam membentuk masyarakat yang beriman, berilmu dan berakhlak mulia.




















