Breaking News

Home / Banda Aceh

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:31 WIB

Sedimen Banjir Disiapkan Jadi Bahan Bangunan, Aceh Buka Peluang Ekonomi Baru

BANDA ACEH – Nusaone.co.id | Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh menggelar Focus Group Discussion (FGD) Lintas Sektor Riset Pemanfaatan Sedimen Banjir di Aula Unit I Distanbun Aceh, Banda Aceh, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini membahas pemanfaatan sedimen banjir menjadi batu bata dan bata ringan sebagai solusi pemulihan pascabencana sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

FGD tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, peneliti, lembaga sosial, hingga pemerintah kabupaten dan desa di wilayah terdampak. Forum ini bertujuan menyatukan langkah agar hasil penelitian dapat segera diterapkan di lapangan.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, mengatakan FGD diselenggarakan untuk mengonsolidasikan hasil riset, memperoleh masukan dari seluruh pemangku kepentingan, menyusun mekanisme implementasi, serta merumuskan rencana tindak lanjut pemanfaatan sedimen banjir.

Menurut Azanuddin, riset tersebut merupakan kolaborasi Forum Zakat (FOZ), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Syiah Kuala (USK), dan Nurul Hayat. Keempat lembaga itu telah melakukan identifikasi awal terhadap sedimen banjir di sejumlah wilayah terdampak di Aceh.

Baca Juga:  Wali Kota Kukuhkan Pengurus Forum Anak dan Genre Kota Banda Aceh Periode 2025-2027

Ia berharap hasil penelitian dapat segera diimplementasikan melalui pelatihan kepada masyarakat agar mampu memproduksi bata ringan dari material lumpur. Dengan demikian, sedimen yang selama ini menjadi limbah pascabencana dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomi.

Riset ini berawal dari banjir besar yang melanda Aceh pada akhir 2025. Bencana tersebut meninggalkan endapan lumpur dalam jumlah besar di kawasan permukiman, lahan pertanian, dan badan sungai. Di Kabupaten Pidie Jaya, ketebalan sedimen di beberapa lokasi mencapai 1 hingga 2,5 meter, sementara normalisasi Sungai Krueng Meureudu telah mengeruk sekitar 124.324 meter kubik material.

Selain menimbulkan persoalan lingkungan, sedimentasi juga menyebabkan sekitar 27.065 hektare lahan sawah di Aceh tertutup lumpur sehingga tidak dapat ditanami. Kondisi ini berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian dan memperlambat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak banjir.

Baca Juga:  Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Terima Kunjungan Kerja Komisi IV DPRK Langkat, Bahas Penguatan Sektor Kesehatan

Tim peneliti telah melakukan observasi di Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Tamiang melalui pengambilan sampel di 10 titik, pengujian laboratorium, serta asesmen sosial. Hasil awal menunjukkan karakteristik sedimen berbeda di setiap lokasi. Desa Meunasah Mancang dan Desa Dayah Usen di Kabupaten Pidie Jaya dinilai paling siap menjadi lokasi implementasi karena memiliki kualitas material yang sesuai serta dukungan masyarakat yang kuat.

Melalui FGD ini, Pemerintah Aceh berharap tercapai kesepahaman lintas sektor dalam pemanfaatan sedimen banjir sebagai bahan baku bata. Inovasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi terhadap persoalan lingkungan pascabencana, tetapi juga melahirkan peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mempercepat pemulihan ekonomi di wilayah terdampak.(*)

(Arju Na Fahlefi).

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Aceh Susun R3P Bencana, Dokumen Rehabilitasi dan Rekonstruksi Ditarget Rampung Januari 2026

Banda Aceh

Tarmizi Age: Jangan Biarkan Tambang Aceh Dikuasai Cukong, Rakyat Tidak Boleh Hanya Jadi Penonton

Banda Aceh

Wakil walikota Banda Aceh Tinjau Program PKG Gratis di Puskesmas Kuta Alam

Banda Aceh

Di Balik Pembangunan Fisik, Ada Jiwa yang Sehat: Banda Aceh Berbagi Inspirasi di APCAT Summit

Banda Aceh

Wadokai KKC Sabet Juara Umum di Wadokai Day Karate Championship 2026

Banda Aceh

Wali Kota Illiza Pantau Langsung Pasar Murah Tirta Daroy, Pastikan Warga Terjangkau Kebutuhan Pokok

Banda Aceh

Kebakaran Landa PT Aceh Darusallam di Lampulo

Banda Aceh

Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Terima Kunjungan Kerja Komisi IV DPRK Langkat, Bahas Penguatan Sektor Kesehatan