Breaking News

Home / News / Pendidikan

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:11 WIB

SMAS dan SMPS Bustanul Ulum Bener Meriah Berjuang Pulihkan Pendidikan Pasca Banjir, Relokasi Jadi Harapan

Kepala SMAS Bustanul Ulum, Jailani, S.Ag, saat menerima kunjungan Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, S.Pd., MSP, bersama tim Humas pada Selasa, (20/01/2026)

Kepala SMAS Bustanul Ulum, Jailani, S.Ag, saat menerima kunjungan Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, S.Pd., MSP, bersama tim Humas pada Selasa, (20/01/2026)

Bener Meriah  – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bener Meriah hampir dua bulan lalu masih menyisakan duka dan dampak kerusakan yang mendalam, khususnya bagi dunia pendidikan.

Salah satu sekolah yang terdampak parah adalah SMAS dan SMPS Terpadu Bustanul Ulum Kabupaten Bener Meriah.

Kondisi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SMAS Bustanul Ulum, Jailani, S.Ag, saat menerima kunjungan Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, S.Pd., MSP, bersama tim Humas pada Selasa, (20/01/2026)

Dalam keterangannya, Jailani menjelaskan bahwa banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025 menyebabkan kerusakan berat pada sejumlah fasilitas sekolah.

Letak sekolah yang berada di pinggir aliran sungai membuat bangunan sangat rentan terhadap banjir dan longsor susulan.

“Pasca banjir, ada beberapa gedung yang tidak bisa lagi kami fungsikan. Lokasi sekolah kami berada di pinggir sungai, sehingga kami sangat khawatir akan adanya banjir susulan,” ujar Jailani.

Baca Juga:  Kepala Staf Kepresidenan RI Mengapresiasi Polri atas Pembangunan Huntap di Aceh Tamiang

Ia menyebutkan, gedung asrama siswa, ruang kelas, hingga kantor sekolah mengalami retakan serius dan tidak lagi layak digunakan.

Bahkan, gedung leb di bagian belakang sekolah telah terjadi longsor, termasuk jembatan penghubung ke pemukiman warga dan ke kota yang ikut terdampak.

“Musala putra juga tidak bisa kami manfaatkan lagi karena tangganya ambruk, besinya sudah rusak.

Begitu juga dengan perumahan guru, perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang administrasi, ruang guru, serta tiga unit ruang belajar, semuanya tidak bisa digunakan lagi,” jelasnya dengan nada sedih.

Tak hanya kerusakan bangunan, tragedi banjir bandang ini juga merenggut satu orang guru, yang gugur saat berusaha menyelamatkan siswa.

Baca Juga:  Sekda Aceh Tegaskan Komitmen Dukung KONI

“Kami sangat berduka. Seorang guru kami, almarhum Sandika, meninggal dunia sekitar pukul 03.00 dini hari. Beliau terjebak di kamar mandi saat berupaya menyelamatkan siswa, hingga bangunan ambruk dan beliau terbawa arus banjir,” tutur Jailani.

Atas kondisi tersebut, pihak sekolah secara resmi menyampaikan permohonan bantuan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia agar dapat membantu pembangunan dan relokasi gedung sekolah yang telah hancur dan tidak dapat difungsikan lagi.

“Kami sangat berharap kepada Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk membantu kami dalam relokasi dan pembangunan kembali gedung SMAS dan SMPS Terpadu Bustanul Ulum.

Agar proses pendidikan di dayah kami bisa kembali normal pasca bencana banjir bandang ini,” ungkapnya penuh harap.(**)

Share :

Baca Juga

Aceh

Sekda Aceh: Pemerintah Aceh Kejar Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lahan Sawah Pascabencana

Aceh

Kak Na: Taqabalallah Minna wa Minkum, Maaf Lahir Batin, Selamat Berhari Raya

Aceh

PGRI Aceh Barat gelar Rakor Jelang Pelantikan Pengurus

Aceh

Mualem Gelar Silaturahmi Bersama Ulama, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama untuk Aceh Islami

Aceh

Dinsos Aceh Terjunkan Tim Relawan ke Langkahan dan Sawang, Tindak Lanjuti Kunjungan Ketua TP PKK Aceh

News

Pemko Banda Aceh Hadirkan “Sidarling”, Permudah Urus Akta Kematian dalam Satu Jam

Aceh

Aceh–Kaltim Perkuat Solidaritas, Wagub Fadhlullah Sambut Langsung Gubernur Rudy Mas’ud

News

Polda Aceh Sebut Bripda Muhammad Rio Disersi, Tiga Kali Sidang KKEP dan Telah PTDH