Breaking News

Home / Aceh / TNI & Polri

Selasa, 6 Januari 2026 - 22:57 WIB

Polda Aceh Telah Bangun 206 Sumur Bor di Wilayah Terdampak Bencana

Air bersih menjadi kebutuhan paling mendasar yang harus segera dipenuhi,” ujar Joko dalam keterangannya, Selasa, (6/1/2026).

Air bersih menjadi kebutuhan paling mendasar yang harus segera dipenuhi,” ujar Joko dalam keterangannya, Selasa, (6/1/2026).

Banda Aceh — Polda Aceh berhasil membangun sebanyak 206 sumur bor yang tersebar di 18 wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh.

Pembangunan sumur bor ini sebelumnya ditargetkan sebanyak 161 unit, namun hingga saat ini telah berhasil direalisasikan sebanyak 206 unit.

Hingga saat ini, Polda Aceh terus melaksanakan berbagai kegiatan pemulihan (recovery), termasuk pembangunan sumur bor di wilayah-wilayah terdampak bencana.

Saat ini juga masih terdapat sejumlah sumur bor yang dalam proses pembangunan.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polda Aceh dan jajaran dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana, khususnya terkait akses terhadap air bersih.

“Pembangunan sumur bor ini merupakan atensi dan prioritas langsung Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, terutama dalam kondisi darurat pascabencana.

Baca Juga:  Pelabuhan Malahayati Akhiri Tahun 2025 dengan Gemilang: Sandar Perdana MV HARMONI MAS 8 Bawa Ratusan Kendaraan Baru

Air bersih menjadi kebutuhan paling mendasar yang harus segera dipenuhi,” ujar Joko dalam keterangannya, Selasa, 6 Januari 2026.

Ia menjelaskan, program pembangunan sumur bor tersebut menyasar 18 kabupaten/kota di Aceh yang terdampak bencana banjir dan longsor.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan pembangunan terbesar, yakni sebanyak 177 unit, dan telah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.

Sementara itu, kabupaten/kota lainnya yang juga dibangun sumur bor meliputi Kabupaten Bireuen, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Pidie, Bener Meriah, Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Aceh Barat, serta Kota Lhokseumawe, Kota Subulussalam, dan Kota Langsa.

Baca Juga:  Kak Na Puji Metode Penyaluran Bantuan di Posko Utama Bireuen

Keberhasilan pembangunan sumur bor ini tidak terlepas dari sinergi seluruh jajaran Polda Aceh, serta dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat setempat.

Ia juga menegaskan bahwa Polda Aceh dan jajaran akan memastikan pembangunan sumur bor yang masih dalam proses agar dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan secara optimal oleh warga terdampak.

“Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi wujud komitmen Polri, dalam hal ini Polda Aceh, untuk membantu memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana.

Apalagi, Kapolda Aceh telah menekankan agar setiap sumur bor benar-benar fungsional dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” pungkas alumnus Akabri 1994 itu.

Share :

Baca Juga

Aceh

BSI Region Aceh Distribusikan 282 Hewan Kurban di Wilayah Aceh

Aceh

Sekda Aceh Buka Rakerprov KONI Aceh 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan

Aceh

Di Tengah Silaturahmi, Faisal Mhd Sampaikan Aspirasi Petani kepada Plt Kadis Pertanian Pidie Jaya

Aceh

Cerita Tiga Srikandi, Panen Melon hingga Menikmati Tempe Koro

Aceh

Sekda Aceh Lepas Pawai Takbir Idul Fitri 1447 H di Masjid Raya Baiturrahman

TNI & Polri

Meureudu Semarak, Polisi Jaga Karnaval HUT RI

Aceh

Disdik Dayah Aceh Kerahkan 38 Relawan untuk Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Aceh Timur

TNI & Polri

Kapolres Pidie Jaya Ingatkan Personel Disiplin Ibadah dan Tegas Tolak Narkoba