Breaking News

Home / Aceh / News / Pemerintah / Pemerintah Aceh

Senin, 30 Maret 2026 - 19:35 WIB

Mualem kunjungi korban pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya Kapolri harus memberi atensi khusus

JAKARTA — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap seorang warga Kota Langsa yang terjadi di lingkungan Polda Metro Jaya. Peristiwa tersebut memicu kemarahan Mualem, terlebih insiden itu terjadi di dalam kantor kepolisian yang seharusnya menjadi tempat perlindungan masyarakat.

 

Kecaman itu disampaikan Mualem usai menjenguk langsung korban di kediaman pribadi di kawasan Jakarta Selatan.

 

“Atas nama Gubernur Aceh dan seluruh rakyat Aceh, saya mengecam keras aksi ini,” tegas Mualem, di Jakarta, Senin (30/3/2026).

 

Mualem menilai kejadian pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh preman bayaran itu sangat mencederai rasa keadilan, terlebih insidennya berlangsung di institusi penegak hukum.

 

“Kantor polisi ini merupakan tempat orang mendapat perlindungan, tapi kenapa bisa terjadi hal seperti ini kalau bukan karena dibiarkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Wagub Aceh Buka Rakor MPU se-Aceh 2026, Tekankan Peran Strategis Ulama dalam Menjaga Syariat dan Stabilitas Sosial

 

Mualem juga meminta Kapolri untuk memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut. Ia menekankan pentingnya penegakan hukum secara tegas terhadap seluruh pihak yang terlibat, termasuk aktor intelektual maupun oknum aparat jika terbukti ikut terlibat.

 

“Kami mengharapkan kepada Kapolri untuk memberikan atensi khusus terhadap kasus ini. Menindak tegas para pelaku dan tokoh intelektual serta oknum aparat yang turut terlibat,” katanya.

 

Lebih lanjut, Mualem mengingatkan, bahwa penanganan kasus yang tidak serius berpotensi menurunkan kepercayaan publik, khususnya masyarakat Aceh terhadap institusi kepolisian.

 

Selain itu, Mualem juga meminta agar korban mendapatkan perlindungan maksimal serta menjamin keamanan para saksi selama proses hukum berlangsung.

 

“Kami juga meminta agar tokoh-tokoh Aceh yang ada di Jakarta untuk mengawal kasus ini. Kejadian seperti ini akan menimbulkan ketakutan bagi warga Aceh di perantauan apabila tidak dituntaskan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Prioritaskan Pemulihan, Dinas Pengairan Aceh Kebut Identifikasi Kerusakan Infrastruktur Sumber Daya Air!

 

Diberitakan sebelumnya, insiden pengeroyokan terjadi pada Rabu (26/3/2026) di ruang RPK PPA Polda Metro Jaya. Korban FA, warga asal Langsa, saat itu tengah menghadiri agenda konfrontasi bersama kuasa hukumnya.

 

Namun, dalam proses tersebut, korban diserang oleh sekelompok orang diduga preman bayaran yang jumlahnya disebut lebih dari 20 orang. Aksi kekerasan itu bahkan disebut terjadi di hadapan aparat.

 

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka memar di bagian kepala dan tubuh, hingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit di kawasan Jakarta Selatan. Kasus ini kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian, termasuk terhadap terduga otak pelaku, dan menjadi perhatian berbagai pihak.(*)

Share :

Baca Juga

Aceh

Diskominfosan Aceh Raih Penghargaan Informatif dari Komisi Informasi Aceh

News

Plt. Kadisdik Aceh Pimpin Rapat Persiapan Rehabilitasi Sekolah Pasca Banjir Hidrometeorologi

Aceh

Wagub Aceh Mediasi Perselisihan Bupati–Wabup Pidie Jaya, Dipicu Soal Kewenangan

Aceh

Mualem Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Dampak Banjir di Aceh Tamiang, Aceh Tengah dan Bener Meriah

Aceh

Silaturahmi Hari Raya, Jamaah Ta’lem Masjid Kuta Batee Sambangi Guru Pengajian

Berita

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Tanggal 28 Mei 2026

Aceh

Wagub Aceh dan Mendagri Cek Kesiapan Kunjungan Presiden, Shalat Idul Fitri Direncanakan di Aceh Tamiang

News

Banda Aceh dan TVRI Aceh Bersinergi, Hadirkan Informasi Publik yang Lebih Dekat dan Bermakna