Breaking News

Home / Aceh / News / Pemerintah / Pemerintah Aceh

Kamis, 2 April 2026 - 00:21 WIB

Cerita Tiga Srikandi, Panen Melon hingga Menikmati Tempe Koro

BANDA ACEH – Matahari mulai meninggi, saat rombongan tiga Srikandi Aceh keluar dari komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (2/4/2026).

Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, Staf Ahli TP PKK Aceh Mukarramah Fadhlullah dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Malahayati, bertolak ke Gampong Lam Manyang Kecamatan Pekan Bada, untuk memanen serta menikmati Melon.

Rombongan juga bertolak ke Gampong Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala untuk melihat langsung proses pembuatan Tempe Koro serta menikmati Tempe Goreng Koro langsung, fresh from the penggorengan.

Di Gampong Lam Manyang, Tiga Srikandi didampingi Rifat selaku pendiri Rumah Pangan, memanen langsung melon di lahan seluas setengah hektar. Total ada 3 ribu batang melon di tanam di lahan ini.

Ada dua jenis melon yang dikembangkan di sini, yaitu Inthanon dan sweetnet. Perempuan yang akrab disapa Kak Na itu pun berkesempatan memanen dan menikmati langsung lezat dan manisnya Melon Sweetnet.

“Mari datang ke kebun melon Gampong Lam Manyang. Petik sendiri dan langsung makan di sini. Jangan lupa, pilih melon sweetnet yang ‘wah’ atau sudah sedikit pecah merekah. Dijamin rasanya jauh lebih manis dibanding dengan yang masih bulat sempurna,” ujar perempuan yang akrab disapa Kak Na berpromosi.

Baca Juga:  Wagub Aceh Buka Rakor MPU se-Aceh 2026, Tekankan Peran Strategis Ulama dalam Menjaga Syariat dan Stabilitas Sosial

“Harganya juga jauh lebih murah jika kita beli langsung di kebun. Hanya Rp30 ribu perkilogramnya. Jika di pasar harganya bisa mencapai Rp40 ribu hingga Rp45 ribu rupiah,” sambung Kak Na.

Usai puas memanen dan mencicipi melon, 3 Srikandi Aceh bertolak ke Gampong Alue Naga. Puluhan kilogram melon dibawa serta sebagai oleh-oleh serta memberdayakan ekonomi pengelola kebun melon di Peukan Bada.

Rombongan lalu menuju Rumah Produksi Pengolahan Tempe Koro. Pusat Pengolahan Koro ini juga dibina oleh Rumah Pangan binaan Rifat bersama tiga rekannya.

Untuk diketahui bersama, Rifat adalah putra asli Aceh yang menyelesaikan study pertanian di Belanda yang berhasil lulus dengan predikat suma cumlaude. Prestasi tersebut membuat dirinya mendapat tawaran menjadi dosen.

Namun Rifat menolak dan memilih untuk fokus pada kegiatan sosial, khususnya membantu dan menghimpun masyarakat mengembangkan sektor pertanian di tanah kelahirannya, Aceh .

“Rumah Pangan ini masih kecil, tapi dengan tekad dan kekuatan bersama kami yakin bisa bertumbuh. Dan kami menyadari, upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu, dukungan dari Ibu selaku Ketua TP PKK dan semua pihak, tentu akan sangat membantu upaya kami,” ujar Rifat.

Baca Juga:  DPR Aceh Minta BNPB Perhatikan Korban Banjir Aceh Tamiang Berstatus Penyewa Rumah

Kepada 3 Srikandi Aceh, Rifat menjelaskan, di unit usaha Kacang Koro ini, mereka mengembangkan 5 komoditas, mulai dari benih, kacang koro, koro krispi, keripik dan tempe.

“Untuk produk tempe beku itu bisa bertahan hingga 2 bulan, sedangkan di suhu ruang tempe koro akan bertahan 2 hingga 3 hari saja. Untuk mendukung produksi, kita juga menanam kacang koro sendiri Bu. Di sekitar sini ada juga kebunnya. Sementara di seluruh Aceh, secara total ada 23 hektar yang tersebar di 8 kabupaten dan kota,” ujar Rifat menjelaskan.

Usai berdialog dan berdiskusi terkait pengembangan tempe koro, melon serta sejumlah unit usaha yang dikembangkan oleh Rumah Pangan, 3 Srikandi Aceh pun meninggalkan lokasi setelah seekumnyamemborong beberapa batang tempe siap olah hasil produksi Rumah Pengolahan Koro Alue Naga. []

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share :

Baca Juga

News

Pangdam IM Hadiri Peringatan Isra Mikraj di Kodam Iskandar Muda

Banda Aceh

Dinas Pengairan Aceh Gelar Rapat Tim Kerja, Siapkan Data SDA Air untuk R3P Pascabencana

Aceh

Kasad Resmikan Launching Jembatan Bailey Garuda dari Aceh, Perkuat Konektivitas Antarwilayah

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Hadiri Forum Konsultasi Publik Renduk PRRP Provinsi Aceh

Aceh

Wali Nanggroe Aceh: Pastikan Bantuan Lancar dan Hutan Dipulihkan Pasca Bencana

Pemerintah Aceh

Mualem Sampaikan Apresiasi atas Bantuan Sapi Meugang dari Presiden RI untuk Aceh

Aceh

Kapolres dan wakil Bupati Aceh Besar Pimpin Apel Pasukan Operasi Lilin Selawah 2025

Aceh

Sampaikan LKPJ 2025, Mualem Dorong Pembangunan Berkelanjutan