Breaking News

Home / Aceh

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:16 WIB

Ayatullah Bani Baet Apresiasi Statement Gubernur Aceh, Gas Aceh Harus Diolah Di Aceh

Oplus_131072

Oplus_131072

NusaOne.co.id | Banda Aceh – Ketua Federasi Kebangkitan Buruh Indonesia (FKUI) Aceh, T. Ayatullah Bani Baeit atau akrab disapa Dek Tam, menyambut positif dan mengapresiasi pernyataan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang meminta agar gas dari Wilayah Kerja South Andaman tidak langsung dialirkan keluar daerah tapi di olah terlebih dahulu di kawasan KEK, Menurut DekTam, pengolahan gas di dalam negeri, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, adalah harga mati bagi kepentingan buruh dan penguatan ekonomi rakyat Aceh.

“Dari perspektif buruh, ini bukan sekadar soal nilai tambah ekonomi. Ini soal hidup mati kami. Selama puluhan tahun, Aceh hanya jadi pemasok bahan mentah. Buruh lokal hanya jadi penonton di negeri sendiri, sementara lapangan kerja berkualitas terus menguap ke luar daerah,” tegas Bang Tam dalam jumpa pers di Banda Aceh, Selasa (3/6/2026).

Baca Juga:  Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, sekda Aceh Tegaskan Pancasila Fondasi Perdamaian Dunia

Ia menjelaskan, jika gas South Andaman diolah di KEK Arun, maka akan tercipta efek berganda yang luar biasa bagi dunia kerja di Aceh. Tidak hanya lapangan kerja langsung di sektor hilir industri petrokimia, tetapi juga ribuan lapangan kerja tidak langsung di sektor logistik, perawatan, konstruksi, hingga jasa penunjang lainnya.

“Kami buruh butuh pekerjaan yang tetap, upah yang layak, dan jaminan sosial. Pengolahan lokal akan membuka pabrik-pabrik turunan. Itu artinya, anak-anak Aceh tidak perlu lagi merantau ke Malaysia ,Medan atau Batam hanya untuk jadi buruh kasar. Mereka bisa bekerja dengan aman dan dekat keluarga,” ujar Dek Tam.

Tam juga mengingatkan sejarah pahit panjang konflik Aceh dengan pemerintah pusat yang salah satunya dipicu oleh ketidakadilan pengelolaan sumber daya alam. “Semua hasil alam Aceh dikeruk, dikirim keluar, dan hanya sedikit yang kembali ke rakyat. Kemiskinan struktural itulah yang melahirkan perlawanan. Sekarang jangan ulang kesalahan yang sama. Biarkan buruh Aceh bangkit dari sumber dayanya sendiri,” tegasnya.

Baca Juga:  HUT Perdana, Nusaone Tampil Lebih Elegan: Resmi Gunakan Logo Nanggro dan Beralih ke Nusaone.co.id

Data menunjukkan Aceh masih menyandang status provinsi termiskin di Sumatra dan salah satu termiskin di Indonesia. Bang Tam meminta perhatian serius pemerintah pusat agar tidak mengulang pola eksploitasi masa lalu. “Jangan sampai gas South Andaman hanya lewat, tapi kesejahteraan buruh tak pernah sampai. Kami minta kebijakan yang memihak rakyat kecil, bukan pemodal besar di luar Aceh,” pungkasnya.

FKUI Aceh berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan hilirisasi dan memastikan agar pembangunan KEK Arun benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan buruh dan keluarganya. “Tanpa penguatan ekonomi dari bawah, Aceh akan tetap miskin meski tanahnya kaya akan minyak dan gas,” tutup dekTam.(*)

Share :

Baca Juga

Aceh

Wagub Aceh Fadhlullah Bantu Biaya Pemulangan Jenazah Warga Pidie dari Malaysia

Aceh

‎Kapolres Pidie Gelar Jumat Curhat Bersama Petani Jagung, Bahas Ketahanan Pangan

Aceh

Wagub Aceh Hadiri Salat Idul Adha di Masjid Raya Baiturrahman, Abi Anwar Sampaikan Pesan Persatuan

Aceh

Bripda M. Dimas Pratama Personel SPN Polda Aceh Raih Medali Emas pada Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026

Aceh

Mualem Bagikan Uang Meugang dari Dana Pribadi, Seribuan Warga Datangi Meuligoe Gubernur Aceh

Aceh

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Aceh

PW IWO Aceh Gelar Tradisi Meugang untuk Anggota Jelang IdulAdha

Aceh

Mensos dan Wagub Aceh Tinjau Sekolah Rakyat, Harapan Baru Pendidikan Anak Prasejahtera