PIDIE – Nusaone.co.id | Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pidie menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Cerita Rakyat Berbasis Konten Budaya Lokal di Aula SMP Negeri 2 Sigli, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini bertujuan menyunting sekitar 40 naskah cerita rakyat yang telah dihimpun dari berbagai kecamatan untuk diterbitkan menjadi buku antologi.
Bimtek merupakan bagian dari program Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Tahun 2026 sebagai upaya pemerintah daerah melestarikan tradisi lisan dan memperkuat literasi budaya masyarakat Pidie.
Ketua Panitia, Turno Junaidi, mengatakan sebanyak 40 naskah yang lolos seleksi awal kini memasuki tahap penyuntingan agar memiliki kualitas yang layak diterbitkan dan dapat menjadi referensi budaya bagi masyarakat.
Menurutnya, naskah yang terkumpul memuat berbagai kisah, mulai dari asal-usul gampong, legenda tempat, cerita tokoh lokal, warisan leluhur, hingga tradisi lisan yang masih hidup di tengah masyarakat Kabupaten Pidie.
Selama bimtek, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari narasumber dan editor. Mereka dibekali teknik penyempurnaan alur cerita, penggunaan bahasa sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), penguatan unsur 5W+1H, hingga penelusuran sumber dan nilai-nilai kearifan lokal.
“Kami ingin memastikan setiap naskah memiliki kualitas yang baik sehingga layak diterbitkan dan menjadi sumber literasi budaya bagi masyarakat,” ujar Turno Junaidi.
Ia menjelaskan, setelah proses penyuntingan selesai, seluruh naskah terpilih akan dihimpun dalam sebuah buku antologi Cerita Rakyat Pidie sebagai dokumentasi kekayaan budaya daerah yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pidie berharap semakin banyak cerita rakyat yang terdokumentasi secara baik sehingga tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Kehadiran buku antologi tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendukung upaya pemajuan kebudayaan di Kabupaten Pidie.
(Arju Na Fahlefi)




















