Breaking News

Home / Polda Aceh

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:47 WIB

Bank Indonesia Turun ke Lapangan, Perkuat Petani Pidie Jaya Pascabanjir

PIDIE JAYA | Nusaone.co.id – Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya turun langsung memperkuat kapasitas petani bawang merah melalui pelatihan teknis penanganan benih sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabanjir hidrometeorologi. Kegiatan berlangsung di Desa Meue, Kecamatan Trienggadeng, Selasa (30/6/2026).

Pelatihan bertajuk “Haba Meugoe Bawang” tersebut merupakan bagian dari Program Bantuan Teknis Pengembangan Klaster Bawang Merah yang digagas melalui kolaborasi Bank Indonesia, Perwira Intan (Perintis Wirausaha Inklusif dan Berkelanjutan), serta Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera.

Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya, Muhammad Nur. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, yang mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dan berharap pendampingan kepada petani terus berlanjut, terutama bagi masyarakat yang terdampak banjir.

Menurut Muhammad Nur, lahan pertanian yang rusak akibat banjir harus segera diaktifkan kembali melalui pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti bawang merah, cabai, dan jagung. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Baca Juga:  Sekda Aceh Apresiasi Peluncuran Buku ‘Polda Aceh Meutuah’

“Kami berharap dukungan Bank Indonesia terus berlanjut, terutama dalam membantu petani korban banjir agar dapat kembali mengelola lahan terdampak dengan berbagai komoditas unggulan. Langkah ini penting untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Muhammad Nur.

Sementara itu, Analis Pengembangan UMKM Bank Indonesia, Dafa Amaru, mengatakan keterlibatan Bank Indonesia dalam sektor pertanian merupakan bagian dari pelaksanaan tugas menjaga stabilitas nilai rupiah melalui pengendalian inflasi. Salah satu strategi yang ditempuh adalah memperkuat kelompok tani, meningkatkan kapasitas petani, serta mengembangkan klaster komoditas pangan.

Pelatihan menghadirkan akademisi dan praktisi pertanian sebagai narasumber. Hayaton, SP., MP memaparkan teknik budidaya bawang merah mulai dari pemilihan benih, pengolahan lahan, penanaman, pemupukan berimbang hingga penyemprotan yang tepat. Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Rina Sriwati, M.Si menjelaskan cara pengendalian organisme pengganggu tanaman, termasuk penanganan serangan ulat yang sering menurunkan hasil panen.

Baca Juga:  Sekda Aceh Apresiasi Peluncuran Buku ‘Polda Aceh Meutuah’

Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari petani bawang merah yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya. Mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk berdiskusi langsung dengan para narasumber mengenai berbagai persoalan budidaya yang dihadapi di lapangan. Hadir pula Camat Trienggadeng Muhammad, unsur Danramil Trienggadeng, Polsek Trienggadeng, serta perwakilan kelompok tani bawang merah.

Melalui penguatan kapasitas petani dan pengembangan klaster bawang merah, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama Bank Indonesia berharap produktivitas pertanian meningkat, risiko gagal panen dapat ditekan, inflasi pangan tetap terkendali, dan pemulihan ekonomi masyarakat pascabanjir berlangsung lebih cepat serta berkelanjutan. (*)

 

(Arju Na Fahlefi)

Share :

Baca Juga

Aceh

Sekda Aceh Apresiasi Peluncuran Buku ‘Polda Aceh Meutuah’