Breaking News

Home / Daerah

Kamis, 10 September 2026 - 23:39 WIB

Dukung MBG, Yayasan Bungsu Usaha Baru Dorong SPPG Terus Diperkuat

SIGLI – Nusaone.co.id | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan dari Yayasan Bungsu Usaha Baru. Namun, rencana melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan program tersebut dinilai perlu dikaji secara matang agar tidak mengganggu sistem pelayanan pemenuhan gizi yang selama ini telah berjalan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pandangan itu disampaikan Mitra Yayasan Bungsu Usaha Baru, Lukmanul Hakim, SnG, kepada awak media, Kamis (10/9/2026). Ia mengatakan dukungan terhadap MBG harus dibarengi dengan upaya menjaga kualitas layanan, sehingga tujuan program dalam menyediakan makanan bergizi, aman dan sehat bagi penerima manfaat dapat terus diwujudkan.

Menurut Lukmanul Hakim, SPPG bukan sekadar tempat untuk memasak dan menyiapkan makanan. SPPG memiliki sistem kerja yang terintegrasi, mulai dari penyusunan menu, pemilihan bahan pangan, pengolahan makanan, pengemasan hingga proses distribusi kepada penerima manfaat.

Baca Juga:  Pawai Takbir Keliling Idul Adha 1447 H di Pidie Jaya

Karena itu, setiap rencana perubahan mekanisme pelaksanaan maupun distribusi MBG, menurutnya, harus dilakukan berdasarkan evaluasi serta perhitungan yang matang. Ia menekankan agar perubahan yang dilakukan tidak menurunkan standar yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelayanan program tersebut.

“Setiap perubahan mekanisme harus berdasarkan evaluasi dan perhitungan yang matang. Standar gizi, keamanan pangan dan kualitas makanan tidak boleh dikompromikan,” ujar Lukmanul Hakim.

Ia menilai kantin sekolah sebenarnya memiliki peluang untuk ikut berperan dalam mendukung pelaksanaan MBG. Namun, pelibatan tersebut harus memiliki aturan dan standar yang jelas serta pembagian tugas yang terukur antara kantin, pihak sekolah dan SPPG agar pelaksanaannya berjalan tertib.

Menurutnya, sebelum kantin sekolah dilibatkan secara lebih luas, terdapat sejumlah aspek yang perlu diuji. Hal itu mencakup standar gizi, higienitas, keamanan pangan, kapasitas penyediaan makanan, sistem distribusi, pengawasan serta kejelasan pertanggungjawaban masing-masing pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG.

Baca Juga:  Faisal Tawarkan Perubahan untuk Gampong Hagu Melalui Tata Kelola Pemerintahan Transparan

Lukmanul Hakim menyebutkan, apabila kantin sekolah mampu memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan, pelibatan dapat dilakukan secara bertahap melalui uji coba. Hasil pelaksanaan tersebut kemudian perlu dievaluasi secara berkala untuk memastikan mekanisme yang diterapkan benar-benar efektif dan memberikan manfaat bagi penerima program.

“Jika kantin memenuhi persyaratan, pelibatan bisa dilakukan bertahap melalui uji coba dan evaluasi. Tujuan MBG tetap harus menjadi prioritas: makanan bergizi, aman, sehat dan tepat sasaran,” katanya. Ia berharap setiap langkah pengembangan MBG tetap memperkuat sistem yang telah berjalan sehingga program dapat terlaksana secara berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (**)

Share :

Baca Juga

Aceh

Wagub Aceh Bersama Mendagri dan Mensos Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Aceh Timur

Daerah

Pemkab Pidie Jaya Torehkan Prestasi, Raih Opini WTP untuk Ke-12 Kalinya

Daerah

Kakanwil Ditjenpas Aceh Galang Sinergi Lintas Sektor Jemput Warga Binaan

Daerah

Menahan Haru di Sisi Raisa, Sentuhan Kepedulian Ketua TP PKK Aceh Besar Menguatkan Pejuang Kecil

Daerah

Penyeberangan Jakarta-Malahayati Segera Beroperasi, Pangkas Biaya Tinggi dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Aceh

Silaturahmi Hari Raya, Jamaah Ta’lem Masjid Kuta Batee Sambangi Guru Pengajian

Aceh

A. Kadir Jailani Serukan Kebangkitan Syariat untuk Pulihkan dan Bangun Pidie Jaya

Daerah

Layanan Ring Jantung Hadir di Aceh Selatan