Breaking News

Home / Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:58 WIB

MBG Belum Menyentuh 14 Desa dan 12 Sekolah di Kembang Tanjong

PIDIE —  Nusaone.co.id | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat masih dinantikan masyarakat di Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, Aceh. Hingga kini, 14 desa dan 12 sekolah di wilayah tersebut disebut belum menerima manfaat program tersebut.

Kondisi itu menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terutama para orang tua siswa, guru, kader Posyandu serta keluarga yang memiliki balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Mereka berharap program pemenuhan gizi tersebut dapat segera menjangkau seluruh wilayah sasaran secara merata.

Berdasarkan data tahun 2026 yang ditampilkan dalam pendataan wilayah Kembang Tanjong, tercatat sebanyak 60 ibu hamil, 125 ibu menyusui dan 570 balita dari desa-desa yang masuk dalam pendataan. Data tersebut menunjukkan adanya kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi secara berkelanjutan.

Baca Juga:  KPT sampaikan Pembinaan kepada para Hakim dan Aparatur PN Bna dengan topik Hati

Selain kelompok masyarakat tersebut, sebanyak 12 sekolah juga disebut masih menunggu kepastian distribusi MBG. Para siswa dan guru berharap program tersebut dapat segera dilaksanakan sehingga manfaat makanan bergizi dapat dirasakan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Sejumlah kepala sekolah disebut telah mempertanyakan persoalan tersebut kepada pihak dapur MBG yang berada di wilayah Kembang Tanjong. Namun, masyarakat hingga kini masih menunggu informasi yang jelas mengenai waktu dimulainya distribusi dan mekanisme penyalurannya.

Kader Posyandu juga ikut mempertanyakan kepastian pelaksanaan MBG bagi kelompok sasaran di desa. Mereka merupakan pihak yang berhubungan langsung dengan masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki balita, ibu hamil dan ibu menyusui, sehingga membutuhkan informasi yang pasti untuk disampaikan kepada warga.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, pihak pelaksana MBG dan pengelola dapur MBG dapat menjelaskan secara terbuka apabila terdapat kendala dalam pelaksanaan program. Kendala tersebut, misalnya, terkait kapasitas dapur, jumlah penerima, tahapan pelaksanaan maupun jangkauan distribusi ke desa dan sekolah.

Baca Juga:  Zamzami Emban Amanah Keuchik Tanjong Seulamat

Bagi masyarakat, persoalan utama bukan sekadar kapan makanan dibagikan, tetapi adanya kepastian bahwa program nasional tersebut benar-benar menjangkau seluruh kelompok sasaran. Mereka tidak meminta perlakuan khusus, melainkan menginginkan pemerataan serta informasi yang transparan mengenai pelaksanaan MBG.

Kini masyarakat Kembang Tanjong berharap pemerintah segera memberikan jawaban atas pertanyaan yang terus muncul: “Sampai kapan kami harus menunggu?” Sebab, 14 desa dan 12 sekolah masih menanti, bersama ratusan balita, ibu hamil, ibu menyusui, siswa dan guru yang berharap program Makan Bergizi Gratis segera hadir di wilayah mereka. (**)

Share :

Baca Juga

Aceh

Mengenal T. Rival Amiruddin, Dari Sopir Labi-Labi Jadi Pengusaha Sukses

Daerah

Pemkab Pidie Jaya dan Forkopimda Apresiasi Para Juara, Penghargaan HUT ke-19 dan 1 Muharram Resmi Diserahkan

Agama

Ribuan Jamaah Padati Zikir Akbar di Pidie Jaya, Tgk Habibi an Nawawi Soroti Sejarah Daerah

Daerah

Pameran Pertanian Warnai Perayaan Hari Jadi ke-19 Kabupaten Pidie Jaya

Daerah

Wagub Aceh Ziarah dan Doa Bersama di Haul Abu Tumin

Daerah

Layanan Ring Jantung Hadir di Aceh Selatan

Daerah

Keuchik Hasan Basri Sebut MBG Ringankan Beban Keluarga

Daerah

Dukung MBG, Yayasan Bungsu Usaha Baru Dorong SPPG Terus Diperkuat