PIDIE JAYA – Nusaone.co.d | Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, ST., MM., membawa aspirasi nelayan terkait kondisi Muara Krueng Meureudu ke tingkat pemerintah pusat. Langkah itu dilakukan menyusul pendangkalan muara akibat sedimentasi pascabencana banjir bandang.
Hasan Basri menemui jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI pada Kamis (13/8/2026). Audiensi tersebut menjadi upaya Pemkab Pidie Jaya untuk mendapatkan dukungan dalam penanganan dan normalisasi muara.
Dalam pertemuan itu, Hasan Basri memaparkan kondisi hilir Krueng Meureudu yang dipenuhi endapan lumpur dan material bencana. Pendangkalan membuat akses perahu motor dan kapal nelayan menuju laut semakin sulit.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan yang selama ini menjadikan muara sebagai jalur utama menuju kawasan tangkap. Jika tidak segera ditangani, sektor perikanan tangkap dan perekonomian masyarakat pesisir dikhawatirkan semakin terdampak.
Selain mengganggu aktivitas nelayan, sedimentasi muara juga berpotensi meningkatkan risiko banjir rob saat musim penghujan. Ancaman tersebut terutama dirasakan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.
Hasan Basri mengatakan keterbatasan alat berat dan anggaran daerah menjadi kendala dalam melakukan normalisasi secara maksimal. Karena itu, Pemkab Pidie Jaya berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan teknis dan anggaran.
“Kami datang ke sini bukan sekadar melapor, tetapi memohon perhatian dan sinergi. Kami berharap Kementerian PU dapat menurunkan tim teknis untuk mengkaji ulang kondisi muara dan segera merealisasikan program pengerukan,” ujar Hasan Basri.
Menanggapi aspirasi tersebut, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menyambut baik langkah Pemkab Pidie Jaya. Pihak kementerian akan mengkaji usulan teknis dan data pendukung terkait rencana penanganan Muara Krueng Meureudu.
Pemkab Pidie Jaya optimistis koordinasi dengan pemerintah pusat dapat menghasilkan solusi konkret. Normalisasi muara diharapkan segera dilakukan agar akses nelayan kembali lancar dan perekonomian masyarakat pesisir dapat bergerak kembali.




















