Breaking News

Home / Uncategorized

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:35 WIB

Wagub Fadhlullah Ungkap Tingginya Inflasi Aceh dalam Rakor Bersama Mendagri

Nusasone.co.id | BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengungkapkan, tingginya angka inflasi yang masih membayangi perekonomian Aceh saat mengikuti Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan Pemulihan Pascabencana Aceh bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Fadhlullah menyampaikan bahwa berdasarkan data kementerian, Aceh saat ini berada pada posisi kedua daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Indonesia. Kondisi tersebut, menurutnya, memerlukan perhatian dan dukungan pemerintah pusat agar stabilitas ekonomi daerah dapat segera terjaga.

Selain persoalan inflasi, Fadhlullah juga memaparkan perkembangan realisasi Transfer Keuangan Daerah (TKD) di Aceh yang hingga kini telah mencapai sekitar 45 persen. Ia meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk mempercepat penyerapan anggaran guna mendukung program pembangunan dan pemulihan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Kapolda Aceh Luncurkan Buku "Polda Aceh Meutuah: Sabe Ta Jaga Aceh Mulia", Perkuat Sinergi Budaya dan Kamtibmas

“Realisasi anggaran tahun ini harus cepat, mengingat kita sedang berupaya agar perpanjangan dana otsus Aceh yang sedang diusulkan bisa terwujud tahun ini,” kata Fadhlullah di hadapan peserta rapat.

Rakor tersebut turut membahas perkembangan pemulihan Aceh pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah beberapa bulan lalu. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyoroti masih banyaknya infrastruktur dasar dan lahan pertanian yang belum pulih sepenuhnya.

Menurut Mualem, sapaan akrab Muzakir Manaf, persoalan yang paling mendesak saat ini adalah rehabilitasi sawah, jaringan irigasi, jembatan, serta normalisasi sungai guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh dalam mempercepat proses pemulihan.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa berdasarkan hasil analisis Satgas Nasional, sebanyak 10 dari 18 kabupaten/kota terdampak telah kembali berfungsi secara normal. Pemerintah pusat juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp371 miliar untuk rehabilitasi sektor pertanian, termasuk perbaikan sawah, irigasi, dan lahan yang terdampak bencana.

Baca Juga:  TIM Cathlab RSUYA Aceh Selatan berhasil sembuhkan Pasien Stroke

Tito menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendukung pemulihan Aceh, termasuk memperjuangkan keberlanjutan dana otonomi khusus. Ia juga meminta pemerintah daerah segera memanfaatkan anggaran yang tersedia agar program pemulihan dapat berjalan maksimal dan usulan anggaran tahun berikutnya dapat diproses dengan baik.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri wakil dari 18 kabupaten/kota terdampak bencana serta perwakilan berbagai kementerian dan lembaga yang terlibat dalam proses pemulihan pascabencana di Aceh.(*)

 

 

(Arju Na Fahlefi)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

10 Produk Kecantikan yang Cocok untuk Merawat Kulit Tua

Uncategorized

Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80, Polda Aceh Gelar Car Free Day dan Berbagai Layanan Publik

Uncategorized

10 Destinasi Wisata Tersembunyi di Indonesia yang Harus Dikunjungi

Uncategorized

Sambut HUT ke-19, Pemkab Pidie Jaya Gelar Beragam Kegiatan untuk Seluruh Kalangan

Uncategorized

10 Cara Menabung Efektif untuk Meraih Impian Finansial Anda

Uncategorized

Sajian Berkelas Dunia dari Bahan-Bahan Lokal: Kuliner Indonesia yang Pantas Mendunia

Uncategorized

5 Alasan Mengapa Generasi Milenial Terobsesi dengan Social Media

Uncategorized

Cara Membuat Web Gratis dengan Domain dan Hosting Gratis