Nusaone.co.id | PIDIE JAYA – Ratusan anak PAUD, TK, dan Sekolah Dasar memeriahkan berbagai kegiatan edukatif yang digelar di Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (10/6/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta tersebut menghadirkan lomba mewarnai, praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), dan sikat gigi bersama sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran anak terhadap pentingnya pendidikan dan kesehatan sejak dini.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama Forum Bangun Aceh (FBA) dan Wahana Visi Indonesia (WVI) dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Hari Anak, serta Hari Ulang Tahun ke-19 Kabupaten Pidie Jaya.
Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Pidie Jaya, Ny. Hj. Asmawati Sibral, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengajak para orang tua untuk lebih aktif mendampingi proses tumbuh kembang anak. Menurutnya, pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan penuh dari keluarga.
“Anak-anak membutuhkan kehadiran orang tua dalam setiap proses tumbuh kembangnya. Dengan pendampingan yang baik, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, kreatif, percaya diri, dan berakhlak mulia,” ujar Asmawati.
Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Karena itu, peran orang tua sangat menentukan dalam membentuk karakter, kebiasaan positif, serta masa depan anak.
Bunda PAUD Pidie Jaya juga berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Selain kegiatan edukasi kesehatan dan lomba mewarnai, panitia juga menyiapkan ruang partisipasi bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi mereka melalui Dialog Interaktif Anak bersama Bupati Pidie Jaya yang akan dilaksanakan pada Kamis (11/6/2026).
Sementara itu, Manager Respons Wahana Visi Indonesia bersama Forum Bangun Aceh, Berwaddin Ibrani Simbolon, mengatakan bahwa dialog tersebut menjadi sarana penting untuk memperkuat pemenuhan hak anak, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan, maupun partisipasi.
Menurutnya, melalui lomba mewarnai bertema pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, dan kebencanaan serta edukasi hidup bersih dan sehat, anak-anak diberikan ruang untuk berekspresi sekaligus belajar menjadi pribadi yang tangguh.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi yang tangguh, sehat, cerdas, serta memiliki keberanian untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat mereka,” kata Berwaddin.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama para mitra pembangunan menunjukkan komitmen dalam mendukung pemenuhan hak-hak anak serta mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
(Prokopim)
(Arju Na Fahlefi)




















