Breaking News

Home / Uncategorized

Selasa, 2 Desember 2025 - 23:19 WIB

Mualem Terbangkan Bantuan ke Daerah Terisolasi Aceh Timur dan Bener Meriah

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengantarkan bantuan tanggap darurat melalui jalur udara ke dua kabupaten yang masih terisolasi akibat bencana banjir dan longsor, Selasa (2/12/2025).

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengantarkan bantuan tanggap darurat melalui jalur udara ke dua kabupaten yang masih terisolasi akibat bencana banjir dan longsor, Selasa (2/12/2025).

Aceh Timur – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengantarkan bantuan tanggap darurat melalui jalur udara ke dua kabupaten yang masih terisolasi akibat bencana banjir dan longsor, Selasa (2/12/2025).

Pada misi pertama, Mualem terbang menggunakan helikopter milik TNI dari Bandara Malikussaleh, Aceh Utara menuju Lokop, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur. Di daerah yang hingga kini belum bisa dijangkau lewat jalur darat itu, ia menyalurkan langsung bantuan sembako.

Setelah kembali ke Malikussaleh, Mualem kemudian melanjutkan penerbangan dengan pesawat TNI Angkatan Laut menuju Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah. Dalam penerbangan tersebut, ia membawa 1,2 ton sembako untuk masyarakat terdampak. Turut hadir dalam rombongan itu Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA.

Setibanya di Bandara Rembele, Mualem langsung menggelar pertemuan dengan Bupati Bener Meriah, Tagore Abu Bakar, beserta unsur Forkopimda terkait. Usai rapat koordinasi singkat, ia menyerahkan bantuan secara simbolis dan meminta agar distribusi ke titik pengungsian dilakukan secepat mungkin.

Baca Juga:  Wordpress Platform Terbaik Untuk Membuat Website Personal dan Bisnis

“Kunjungan ke Bener Meriah hari ini untuk mengantar bantuan. Yang ada dulu, nanti ke depan lebih banyak lagi,” kata Mualem.

Ia menegaskan percepatan pembukaan akses darat menjadi prioritas utama agar bantuan bisa menjangkau lebih luas dan aktivitas masyarakat kembali normal.

“Saya telah minta kepada PUPR Aceh agar secepat mungkin akses ke tengah Aceh dapat dibuka. Pertama mungkin yang lebih ringan dulu yaitu Simpang KKA–Bener Meriah atau melalui Bireuen. Yang jelas tetap kita upayakan supaya cepat memulihkan jalan tersebut,” ujarnya.

Selain jalan, Mualem menyebut juga mengupayakan pemulihan listrik di wilayah tengah Aceh serta pasokan bahan bakar minyak. Ia juga telah menyiapkan BBM secara khusus untuk alat berat yang sedang bekerja di kawasan longsor agar dapat membuka akses ke tengah Aceh.

Baca Juga:  Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%, Sinyal Positif bagi Ekonomi Indonesia

“BBM tadi ada tiga ton untuk alat berat yang bekerja membuka jalan darat yang masih longsor. Logistik juga segera kita upayakan,” kata Mualem.

Mualem menyampaikan perkembangan kondisi Aceh akibat bencana telah ia laporkan. kepada Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara. Ia berharap dukungan pusat terus mengalir untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

Setelah agenda di Bener Meriah selesai, Mualem kembali ke Bandara Malikussaleh. Dalam penerbangan itu, ia turut membantu memulangkan sejumlah mahasiswa yang sebelumnya terjebak akibat akses transportasi putus.

Pesawat yang sama kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, untuk memastikan para mahasiswa tiba dengan selamat dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga.[]

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Sop Buntut: Resep Asli dan Variasi Unik yang Bikin Lidah Bergoyang

Uncategorized

Sejarah dan Makna Puasa Rajab bagi Umat Muslim

Uncategorized

4 Tips Bertahan dari Market Crash dalam Trading Forex: Pelajari Cara Melindungi Investasi Anda

Uncategorized

Waspada! Kenali Suspend dan Banned Google AdSense serta Perbedaannya

Uncategorized

Cara Menjalankan Puasa Syawal dengan Benar: Kamu Wajib Tahu

Uncategorized

Cara Memasak Nasi Goreng Seafood yang Nikmat dan Bergizi

Uncategorized

Pengalaman Berpetualang Menjelajahi Kepulauan Indonesia: Doi Makin Senang!

Uncategorized

Pangdam IM Sambut Kepulangan Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di Aceh Besar