BANDA ACEH — Nusaone.co.id | Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banda Aceh terus menghadirkan program pembinaan yang kreatif dan edukatif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya melalui pembinaan seni tari tradisional yang digelar pada Kamis (27/08/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan pegawai Rutan Banda Aceh bersama peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), dengan melibatkan para WBP sebagai peserta. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh antusias dan kebersamaan.
Pembinaan seni tari tidak sekadar menjadi sarana mengisi waktu, tetapi juga menjadi ruang bagi WBP untuk menyalurkan kreativitas serta mengasah bakat yang dimiliki. Gerakan tari yang dipelajari menjadi bagian dari proses pembinaan kepribadian yang positif selama menjalani masa pidana.
Selain mengembangkan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk mengenalkan dan melestarikan seni serta budaya daerah. Para WBP diajak memahami bahwa kebudayaan dapat menjadi media untuk membangun karakter, kedisiplinan, kerja sama, dan rasa percaya diri.
Dalam pelaksanaannya, peserta magang Kemenaker turut memberikan pendampingan secara terstruktur dan komunikatif. Bersama pegawai Rutan Banda Aceh, mereka membimbing para WBP mulai dari gerakan dasar, mengikuti irama musik hingga mempraktikkan koreografi secara bersama-sama.
Suasana latihan pun berlangsung positif dan menyenangkan. Para WBP terlihat bersemangat mengikuti setiap arahan, sekaligus menunjukkan kesungguhan dalam mempelajari gerakan tari yang diberikan.
Kolaborasi antara pegawai Rutan Banda Aceh dan peserta magang Kemenaker menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan pembinaan. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan WBP dapat dilakukan melalui pendekatan yang kreatif, humanis, dan memberikan ruang bagi mereka untuk terus berkembang.
Melalui kegiatan seni tari, Rutan Kelas IIB Banda Aceh berupaya menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk menggali potensi dan membentuk pribadi yang lebih positif. Harapannya, keterampilan serta nilai-nilai yang diperoleh dapat menjadi bekal ketika WBP kembali ke tengah masyarakat.
Pembinaan seni budaya ini sekaligus menegaskan komitmen Rutan Banda Aceh untuk terus menghadirkan kegiatan yang produktif bagi WBP. Dari balik tembok pemasyarakatan, semangat berkarya tetap tumbuh, menjadi langkah kecil menuju pribadi yang lebih percaya diri, berbudaya, dan siap menatap masa depan.




















