NusaOne.co.id | Abdya – Momen perayaan Idul Adha bukan sekadar waktu untuk berkurban atau berkumpul bersama keluarga saat pulang kampung. Bagi para tokoh muda dan cendekiawan rantau di wilayah Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), momen ini dijadikan ajang silaturahmi sekaligus ruang diskusi untuk melahirkan gagasan strategis demi kemajuan daerah.
Kegiatan Halal Bihalal yang dikemas dalam forum diskusi penggalian potensi daerah ini digelar pada Jumat, 29 Mei 2026, bertempat di Kolam Kayee Aceh, Lembah Sabil. Acara ini menjadi perhelatan keempat yang diselenggarakan, dengan fokus utama mengeksplorasi kekayaan alam setempat agar dapat dikembangkan menjadi komoditas unggulan yang memiliki nilai jual dan merek dagang yang kuat.
Jasman Aida (62), selaku inisiator kegiatan ini, menjelaskan bahwa Lembah Sabil sebenarnya memiliki kekayaan alam yang luar biasa namun belum tergarap maksimal. Menurutnya, potensi tersebut jika dikelola dengan baik mampu mengangkat taraf ekonomi masyarakat setempat.
“Ambil contoh kekayaan batu putih yang melimpah di sini. Saat ini kita hanya menjualnya dengan harga sangat murah, lalu diolah oleh pengusaha dari Medan menjadi keramik, dan dikembalikan lagi ke Aceh dengan harga dan nilai jual yang fantastis. Mengapa kita tidak melakukan hal yang sama? Jika kita bisa mengelola sendiri, keuntungan besar akan didapat dan pertumbuhan ekonomi desa pun akan meningkat pesat,” ujar Jasman dalam pemaparannya.
Ia menambahkan, diskusi ini digagas khusus agar generasi muda mulai berpikir dan bergerak memanfaatkan peluang tersebut. Salah satu jalur yang dianggap paling strategis adalah melalui kelembagaan ekonomi rakyat, seperti Koperasi Desa atau Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Jasman juga mengapresiasi antusiasme para pemuda serta kehadiran para tokoh yang turut meramaikan kegiatan.
“Alhamdulillah, seluruh pemuda berpotensi dari Lembah Sabil hadir dan berpartisipasi aktif. Tak hanya itu, kami juga dihadiri mantan Camat, Kepala Dinas Koperasi, hingga Chairan Manggeng selaku Ketua Wartawan Online Provinsi Aceh yang juga berasal dari daerah ini. Ini adalah dukungan besar bagi kemajuan kita bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Abdya, Zedi Saputra, S.T., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan keprihatinan sekaligus harapan besar terhadap peran generasi muda. Ia menilai saat ini banyak pemuda yang kurang melirik peluang besar di sektor industri dan pengolahan sumber daya alam, namun justru lebih berfokus pada pekerjaan dengan penghasilan terbatas.
“Kita melihat banyak anak muda kita lebih mengincar peluang menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu, dengan jadwal masuk pagi dan pulang sore namun pendapatannya belum tentu sejahtera. Padahal, jika kita kembangkan potensi alam yang melimpah ini, peluangnya jauh lebih menjanjikan dan bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi diri sendiri maupun orang lain,” tegas Zedi.
Ia kemudian mendorong para pemuda untuk memanfaatkan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih yang telah terbentuk sebagai sarana dan wadah pengembangan usaha.
“KDMP sudah ada dan siap menjadi wadah. Mari bangkit dan rebut peluang ini. Jadikan koperasi sebagai sarana mewujudkan cita-cita kemajuan ekonomi desa yang kita impikan bersama,” imbuhnya.
Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan dipenuhi diskusi interaktif, melahirkan berbagai gagasan konkret terkait penguatan kelembagaan koperasi hingga strategi pengolahan sumber daya alam. Selain diikuti pemuda dan pemudi setempat, acara ini juga diramaikan oleh para alumni serta mahasiswa asal Lembah Sabil yang sedang menempuh pendidikan di berbagai daerah.(*)




















